Show simple item record

dc.contributor.advisorHj.Minasari,drg.en_US
dc.contributor.authorEllis Wijayaen_US
dc.date.accessioned2010-03-20T05:51:43Z
dc.date.available2010-03-20T05:51:43Z
dc.date.issued2008-05-13T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherYuri Tiopan Napitupuluen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/8312
dc.description990600030en_US
dc.description.abstractKanker mulut sebagai salah satu kanker yang terbanyak dijumpai di dunia merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian yang paling banyak. Kanker pada daerah leher dan kepala dapat diterapi dengan pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan gabungan dari terapi tersebut, Radioterapi merupakan salah satu pilihan terapi utama pada kanker daerah leher dan kepala, karena jenis karsinoma sel skuamosa diketahui sensitif terhadap radioterapi. Serostomia ( mulut kering ) merupakan salah satu efek samping dari terapi radiasi pada leher dan kepala. Serostomia dapat mengakibatkan radang selaput lendir, lidah dan bibir dengan rasa sakit, proses karies gigi yang meluas, kesukaran bicara, menelan dan makan. Tingkat kerusakan jaringan kelenjar ludah tergantung dosis dan lamanya penyinaran. Radiasi pada kelenjar ludah dengan dosis sekitar 3000 R akan menimbulkan gangguan sekresi ludah. Gangguan pada kelenjar ludah ini dapat berupa degranulasi, degenerasi dan nekrosis dari sel-sel asmar serus. Perusakan kelenjar ludah paling parah adalah di dalam asinus serus.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectserestomiaen_US
dc.subjectterapi radiasien_US
dc.titleSerestomia Akibat Terapi Radiasi Pada Leher Dan Kepalaen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record