Show simple item record

dc.contributor.advisorS.Hamzah Daliemunthe, drg, Sp.Perioen_US
dc.contributor.authorWilliamen_US
dc.date.accessioned2010-03-20T05:50:37Z
dc.date.available2010-03-20T05:50:37Z
dc.date.issued2009-05-01T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahmaen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/8199
dc.description09E01013en_US
dc.description.abstractStress adalah istilah yang mendefenisikan reaksi psiko-fisiologis tubuh terhadap berbagai rangsangan emosional atau fisik yang mengganggu homeostasis, dan ditemukan dapat mengeksaserbasi hasil dari penyakit infeksi bakteri dan virus pada model hewan dan manusia. Stres telah lama dinyatakan sebagai suatu faktor predisposisi yang penting untuk Gingivitis Ulseratif Nekrotik Akut (GUNA). Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa stres psikologis atau kondisi psikosomatik mendorong terjadinya perubahan imunologis atau efek yang diperantarai kebiasaan yang memiliki modulasi langsung pada sistem imun mungkin juga suatu indikator resiko yang signifikan untuk penyakit periodontal. Salah satu spesies bakteri periodontal yang patogen yaitu Porphyromonas gingivalis. Stress memiliki efek pada respon imun dan kerentanan terhadap infeksi. Sel inang (host), T limfosit dan makrofag merupakan sel-sel yang penting dalam pengaturan proses imun-inflamasi. Respon psikologis terhadap pemicu stress dapat mengubah sistem imun melalui sistem neural dan endokrin, respon akibat stress dihantarkan melalui tiga jalur yaitu ke aksis hipotalamo-pituitari-adrenal (HPA) ke sistem saraf simpatik dan ke saraf sensonic peptidergic,. Hormon stress yaitu CRH, ACTH dan Glukokortikoid dapat mempengaruhi respon imun sehingga mengakibatkan resorpsi tulang, kerusakan jaringan, kehilangan perlekatan, serta dapat menghambat penyembuhan luka. Tingginya level stress disertai dengan kurangnya kesehatan rongga mulut dapat menimbulkan kondisi periodontal yang lebih parah. Hal ini ditandai dengan peningkatan kehilangan perlekatan, kehilangan tulang alveolar yang parah dan pendarahan pada gingiva yang meningkat. Selain itu, stress psikologis juga dapat mempengaruhi keberhasilan dan jalannya perawatan penyakit periodontal.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectstressen_US
dc.subjectperawatan periodontalen_US
dc.subjectpenyakiten_US
dc.titleHubungan Stress Dengan Penyakit Dan Perawatan Periodontalen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record