Show simple item record

dc.contributor.authorMaksum, Azharen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T02:39:01Z
dc.date.available2010-03-19T02:39:01Z
dc.date.issued2008-08-21T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherYuri Tiopan Napitupuluen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/744
dc.description08E00104en_US
dc.description.abstractKrisis keuangan yang melanda kawasan Asia di sekitar tahun 1997-1998, di mana Indonesia termasuk di dalamnya telah dirasakan amat memberatkan kehidupan bagi semua kalangan. Kesulitan itu tidak hanya dirasakan oleh rakyat miskin yang jumlahnya semakin bertambah dengan krisis tersebut, kalangan pelaku usaha pun juga tidak terkecuali ikut merasakannya. Bagi negara kita, krisis ini kemudian diperburuk lagi dengan krisis politik dengan puncaknya berupa kejatuhan pemerintahan Soeharto di tahun 1998 sehingga pada akhirnya merusak perekonomian Indonesia. Pada saat itu negara kita bukan lagi hanya sekedar mengalami krisis keuangan, melainkan telah meluas menjadi krisis ekonomi. Hal ini ditandai dengan menciutnya produk domestik bruto (GDP) pada tahun 1998 itu menjadi minus 13,68 persen dibandingkan dengan 4,65 persen di tahun 1997, begitu juga dengan laju inflasi yang naik menjadi 77,63 persen pada tahun itu dibandingkan dengan hanya 11,05 persen di tahun sebelumnya (Siamat, 2004). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mengalami penurunan menjadi sekitar Rp15.000 (Zhuang dkk. 2001), dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai titik paling rendah sejak masa pemerintahan Soeharto, yakni sebesar minus 13 persen (Kompas 2002).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectgood corporate governanceen_US
dc.titleTinjauan Atas Good Corporate Governance Di Indonesiaen_US
dc.typeProfessor Orationsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record