|
USU Institutional Repository »
USU e-Archives (UA) »
UA - Professor Orations »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/730
|
| Title: | Peran Dan Tanggung Jawab Dalam Masalah Pengadaan Donor Organ Manusia |
| Authors: | Sinaga, Usul Mulajadi |
| Issue Date: | 2-Sep-2008 |
| Abstract: | Pada kesempatan ini saya membatasi pembicaraan ini pada penyakit ginjal di mana saat ini terapi tranplantasi ginjal di dunia sudah maju, di Indonesia juga sudah dilaksanakan tetapi masih sangat kurang. Penyakit ginjal kronik di seluruh dunia, juga di Indonesia, sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ginjal kronik seperti Glomerulonephritis Chronic, Diabetic Nephropathy, Hypertensi, Polycystic Kidney dan penyakit ginjal obstruktif & infeksi dapat mengalami penurunan fungsi ginjal secara perlahan dan irreversible sampai akhirnya terjadi gagal ginjal. Bila pasien telah mengalami gagal ginjal, ini merupakan stadium terberat dari penyakit ginjal kronik dan untuk mempertahankan hidupnya diperlukan terapi sementara berupa cuci darah (haemodialyse). Untuk terapi haemodialyse pasien harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Menurut Divisi Ginjal & Hypertensi RSUD Dr. Pirngadi Medan (Waspada, 1/4/07), seorang penderita gagal ginjal dengan perawatan haemodialyse menghabiskan biaya Rp 1.600.000,-per bulan guna membiayai hemodialisa setiap dua kali seminggu dengan biaya Rp 400.000.- setiap kali hemodialisa.
Menurut Yayasan Ginjal Diatras Indonesia (YGDI) RSU AU Halim Jakarta, ada sekitar 100.000 orang lebih penderita gagal ginjal di Indonesia. Di RSUN Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dijumpai sebanyak 120 orang pasien gagal ginjal yang menjalani pengobatan hemodialisa (Buletin Info ASKES, edisi tahun 2006).
Di Medan saat ini di RSUP H. Adam Malik dijumpai 87 orang kasus gagal ginjal, di RSUD Dr. Pirngadi dijumpai sebanyak 109 orang kasus gagal ginjal, di RS Swasta (RS Rasyida) sebanyak 78 orang kasus gagal ginjal yang secara rutin menjalani pengobatan hemodialisa. Pada akhirnya untuk melepaskan ketergantungan pasien terhadap terapi hemodialisa seumur hidup, maka diperlukan tindakan difinitif berupa transpalantasi ginjal (pencangkokan ginjal). |
| Keywords: | donor organ manusia |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/730 |
| Appears in Collections: | UA - Professor Orations
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|