|
|
USU Institutional Repository »
Master Theses (MT) »
Multidicipline »
MT - Perencanaan Wilayah Daerah »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7291
|
| Title: | Korelasi Belanja Pembangunan Dengan Pengembangan Wilayah Kota Tebing Tinggi |
| Authors: | Syaiful Fahri |
| Advisors: | Prof. Bachtiar Hassan Miraza.; Lic. Rer.reg.Sirojuzilam, SE. |
| Issue Date: | 18-Apr-2008 |
| Abstract: | Pemerintah Kota Tebing Tinggi di dalam pembangunannya tidak terlepas dari berbagai kebijaksanaan ekonomi yang dilaksanakan baik secara makro maupun mikro. Kebijaksanaan ekonomi tersebut, dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan wilayah.
Untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi setiap tahunnya telah mengalokasikan belanja daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik berupa belanja rutin maupun belanja pembangunan untuk menunjang pertumbuhan sektor-sektor pembangunan ekonomi, namun alokasi belanja rutin lebih besar dibanding belanja pembangunan, sehingga hasil pembangunan belum dapat dirasakan secara maksimai oleh masyarakat.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan yang semakin pesat dan kompleks, perencanaan yang matang dan terarah sangat diperlukan. Salah satu upaya untuk mendukung tercapainya keberhasilan pelaksanaan pembangunan tersebut diperlukan suatu kajian sistem yang lebih terarah dan sistematik, yang dapat menggambarkan perekonomian secara menyeluruh. Oleh karena itu dirasakan perlunya model Input-Ouput yang merupakan suatu kerangka analisis ekonomi secara terpadu untuk menggambarkan hubungan keterkaitan antar sektor pembangunan ekonomi secara konsisten
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan korelasi belanja pembangunan dengan pengembangan wilayah Kota Tebing Tinggi selama periode tahun 1983-2002, mengetahui distribusi belanja daerah Kota Tebing Tinggi berdasarkan belanja rutin dan belanja pembangunan selama periode tahun 1983-2002 dan mengkaji apakah belanja daerah semakin besar untuk sektor-sektor yang memiliki daya penyebaran dan derajat kepekaan besar, dan mengetahui laju pertumbuhan ekonomi daerah Kota Tebing Tinggi selama periode tahun 1983-2002.
Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan analisis terhadap data Tabel Input Output Kota Tebing Tinggi Tahun 2000 Transaksi Atas Dasar Harga Produsen untuk melihat keterkaitan antar sektor ekonomi dan dampak yang diberikannya dengan menggunakan model Input-Output dengan membagi perekonomian wilayah menjadi 9 sektor ekonomi, data realisasi Belanja Daerah Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran 1983/1984 s/d 2002, dan data PDRB Atas Dasar Harga Konstan dari Tahun 1983 s/d 2000. Dari Tabel Input-Output Kota Tebing Tinggi Tahun 2000 terlihat bahwa korelasi belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi paling efektif terhadap penciptaan output terjadi pada tahun 2000 yaitu dengan belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi sebesar Rp. 14.070,42 juta memberikan dampak sebesar Rp.25.913,70 juta atau sebesar 1,8417 kali. Artinya bahwa setiap satu juta rupiah belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi mampu menciptakan output diberbagai sektor sebesar 1,8417 kali. Besarnya korelasi belanja pembangunan terhadap penciptaan output terutama disebabkan peningkatan dana pembangunan sebesar 119,15%.
Korelasi belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi selama periode 1983-2002 berlangsung secara efektif terhadap penciptaan nilai tambah bruto, dimana belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi memberikan dampak yang sama terhadap penciptaan nilai tambah bruto pada tahun yang sama atau sebesar 1,0000 kali. Artinya bahwa setiap satu juta rupiah belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi mampu menciptakan nilai tambah bruto di berbagai sektor sebesar 1,0000 kali. Besarnya korelasi belanja pembangunan berbanding lurus dengan penciptaan nilai tambah bruto, yaitu besarnya belanja pembangunan memberikan hasil sama terhadap nilai tambah bruto pada tahun yang sama.
Korelasi belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi paling efektif terhadap penciptaan kesempatan kerja terjadi pada tahun 2001 yaitu dengan belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi sebesar Rp. 21.080,57 juta memberikan dampak kesempatan kerja 4.526 orang atau sebesar 0,2147 kali. Artinya bahwa setiap satu juta rupiah belanja pembangunan Kota Tebing Tinggi mampu menciptakan kesempatan kerja diberbagai sektor sebesar 0,02147 kali. Besarnya korelasi belanja pembangunan terhadap penciptaan output terutama disebabkan peningkatan dana pembangunan sebesar 49,82%.
Distribusi belanja daerah selama periode 1983-2002 didominasi oleh belanja rutin yaitu sebesar 60,12% per tahun sedangkan belanja pembangunan 39,89% per tahun. Namun bila diiihat dari pertumbuhan belanja daerah, belanja pembangunan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi yaitu sebesar 58,52% per tahun, sedangkan belanja rutin hanya dalam angka pertumbuhan 30,35% per tahunnya, dengan demikian dapat dikatakan bahwa perkembangan total belanja daerah Kota Tebing Tinggi cukup tinggi yaitu sekitar 28,48% per tahun.
Laju pertumbuhan ekonomi selama periode 1983-2002 adalah sebesar 15,69% per tahun Atas Dasar Harga Konstan dengan sektor pertumbuhan paling tinggi adalah sektor Listrik, Gas dan Air Minum sebesar 27,26% per tahun, diikuti sektor pertambangan dan pengolahan serta sektor industri pengolahan masing-masing sebesar 23,84% dan 21,58%, sedangkan sektor yang paling rendah adalah sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 13,11%. |
| Keywords: | pembangunan pengembangan wilayah |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7291 |
| Appears in Collections: | MT - Perencanaan Wilayah Daerah
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|