Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Dr. Ir. Abd. Rahim Matondang, MSIE.; Ir. Nazlina, MT.en_US
dc.contributor.authorDesi Hartati Silaenen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:50:27Z
dc.date.available2010-03-19T10:50:27Z
dc.date.issued2008-05-09T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherElisa Ekaningsihen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7039
dc.description05012334en_US
dc.description.abstractNowadays, Occupational Safety and Health Management System has been as important consideration because the expectancy on its significance may reduce high accident on plant. The prevention for accident through Occupational Safety and Health Management System cab be conducted on 3 important components in industry, namely management, workers, and environment. The implementation of Occupational Safety and Health Management System through policy, program and control must be able to give attention on safety behaviour of workers. It is creating safety environment, efficient and productive. The aim of this study is to describe the implementation of Occupational Safety and Health Management System toward safety behavior of workers at PT. Flora Sawita Chemindo. This study is conducted at PT. Flora Sawita Chemindo Medan which has implied Occupational Safety and Health Management System for 6 years and it has using high technology material, tools, working-technique, machine and workers with high potation in causing accident. The sample of this study is 58 workers who work at operation department. Data is collected using questionnaires regarding safety behavior of workers and the list of audit standard in Permenaker No. 05 of 1996 to analyze the implementation of Occupational Safety and Health Management System. The result of this study shows that PT Flora Sawita Chemindo still implies 130 criteria’s, that is for 78,3 % from 166 obligatory clauses which must be obeyed by big company. Safety behavior of the workers is categories good for 99 % from 58 respondents have good knowledge regarding occupational safety and health, 99 % from 58 respondents have good attitude regarding occupational safety and health. From all respondent there are 82.8 % workers who have ever joined Safety and health training, and of all, 8 % ever suffered work accident because of not using personal protective equipment, and 29,3 % suffered the accident because of careless. 94,8 % respondents wear personal protective equipment precisely at time of working, respondents wear the personal protective equipment at workshop for 77,6 %. However, it is conversely that 29,3 % wear personal protective equipment whenever they are supervised. It is also in obeying work procedure at working, it is for 98,3 %.en_US
dc.description.abstractSistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi perhatian yang sangat penting dewasa ini, karena harapan akan signifikansi yang bisa dihasilkannya untuk menurunkan tingginya angka kecelakaan kerja. Pencegahan kecelakaan kerja melalui SMK3 dilakukan pada 3 komponen penting dalam industri yaitu manajemen, tenaga kerja dan lingkungan kerja. Penerapan Sistem manajemen K3 melalui kebijakan, program, dan pengawasan K3 harus mampu memberikan perhatian terhadap perilaku aman tenaga kerja. Sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan SMK3 serta usulan perbaikan tentang kebijakan, program dan pengawasan SMK3 terhadap perilaku aman tenaga kerja di PT. Flora Sawita Chemindo. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan PT. Flora Sawita Chemindo Medan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja selama 6 tahun dan berskala besar yang menggunakan teknologi tinggi, bahan, alat, cara kerja dan tenaga kerja yang berpotensi besar dalam mengakibatkan kecelakaan kerja dengan sampel penelitian sebanyak 58 orang responden yang bekerja di bagian operasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner mengenai perilaku aman tenaga kerja dan daftar standart audit dalam Permenaker No. 5 Tahun 1996 untuk menganalisis penerapan SMK3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Flora Sawita Chemindo baru menerapkan 130 kriteria yaitu sebesar 78,3 % dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh perusahaan besar yaitu sebanyak 266 (seratus enam puluh enam) kriteria. Perilaku aman tenaga kerja tergolong baik, yaitu 99 % dari 58 responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, 99 % dari 58 responden memiliki sikap yang baik mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Dari 58 responden ada 82,8 % pekerja yang pemah mengikuti pelatihan K3. Dan dari semua itu, 8 % pemah mengalami kecelakaan karena tidak memakai Alat Pelindung Diri, juga sebesar 29,3 % mengalami kecelakaan karena tidak hati-hati. 94,8 % responden memakai Alat Pelindung Diri dengan tepat pada saat bekerja, responden yang memakai Alat Pelindung Diri di workshop sebesar 77,6 %. Tetapi sebaliknya ada sebesar 29,3 % memakai Alat Pelindung Diri hanya apabila diawasi. Demikian juga dalam mematuhi prosedur kerja dalam bekerja ada sebesar 98,3 %.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectpenerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerjaen_US
dc.subjectperilaku amanen_US
dc.titleEvaluasi Penerapan Sistem Manajemen K3 Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pekerja PT. FSC Medan Tahun 2005en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record