Show simple item record

dc.contributor.authorEfzah
dc.contributor.authorLubis, Masrul
dc.contributor.authorRey, Imelda
dc.contributor.authorSungkar, Taufik
dc.contributor.authorIlhamd
dc.contributor.authorSembiring, Juwita
dc.contributor.authorDairi, Leonardo B
dc.contributor.authorSihombing, Mabel
dc.contributor.authorZain, Lukman Hakim
dc.date.accessioned2019-02-28T02:27:57Z
dc.date.available2019-02-28T02:27:57Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/70049
dc.descriptionImelda Reyid
dc.description.abstractVirus Hepatitis A (HAV) merupakan penyebab tersering hepatitis akut diseluruh dunia. Infeksi akut virus hepatitis A menyebabkan nekroinflamasi akut pada hati, normalnya akan sembuh spontan tanpa ada sekuele kronik pada anak-anak. Akan tetapi manifestasi berat dapat terjadi pada pasien dewasa seperti hepatitis kolestasis, hepatitis relaps dan hepatitis fulminan. Hepatitis A kolestasis merupakan manifestasi yang jarang dengan prevalensi 0,4 – 0,8 %. Ditandai dengan pruritus berat, anorexia, penurunan berat badan dan hiperbilirubinemia yang persisten. Hepatitis A kolestasis dikarenakan adanya respon inflamasi, pelepasan endotoxin dan sitokin pro inflamasi seperti TNF α dan IL-1. Penggunaan kortikosteroid untuk tatalaksana hepatitis A kolestasis masih kontroversial. Dilaporkan satu kasus infeksi hepatitis A kolestasis pada laki-laki usia 23 tahun. Datang ke RSUP H. Adam Malik (HAM) dengan keluhan kuning dan gatal seluruh tubuh yang dialami sejak 2 bulan ini. BAK berwarna seperti teh pekat dijumpai, BAB berwarna dempul tidak dijumpai. Keluhan disertai lemas, nyeri perut, penurunan nafsu makan serta mual dan muntah. Riwayat demam dijumpai 1 minggu sebelum timbul gejala kuning. Riwayat minum alkohol dan riwayat minum jamu-jamuan dijumpai, riwayat transfusi dan riwayat sakit kuning tidak dijumpai. Os tinggal didaerah dengan sanitasi yang buruk yaitu dipinggir sungai. Pada pemeriksaan fisik dijumpai sklera mata ikterik dan nyeri perut kanan atas. Pemeriksaan laboratorium: Hb 12.6 g/dl, leukosit 10.140/mm3, trombosit 337.000/mm3. Fungsi hati SGOT 53 U/L, SGPT 53 U/L, bilirubin total 31,25 mg/dl dan bilirubin direk 25,36 mg/dl, fosfatase alkali 170 U/L. Hasil Serologi HBsAg negatif, Anti-HCV negatif, HAV-IgM positif 3,91. Hasil Ultrasonografi abdomen kesan susp. hepatitis. Pasien awalnya diterapi dengan kolestiramin oral 2x1 tablet, namun tidak ada perbaikan klinis dan laboratorium. Pada hari ke-5 rawatan diberi Prednisone dosis awal 30 mg/ hari diberikan selama 25 hari dengan tapering off per 5 hari. Pada hari ke-3 terapi prednisone, dijumpai perbaikan klinis dan bilirubin total turun dan seterusnya. Kesimpulan Dilaporkan suatu kasus Hepatitis A kolestasis pada seorang laki-laki usia 23 tahun diberikan terapi prednisone selama 7 hari dirumah sakit dan pulang dengan perbaikan klinis.id
dc.language.isoidid
dc.subjectHepatitis Aid
dc.subjectHepatitis kolestasisid
dc.subjectHiperbilirubinemiaid
dc.subjectKortikosteroidid
dc.titlePeran Steroid pada prolonged Kolestasis Akibat Infeksi Hepatitis Aid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record