|
|
USU Institutional Repository »
USU e-Archives (UA) »
UA - Professor Orations »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/697
|
| Title: | Pemesinan Ramah lingkungan Bahan Aero-Angkasa Paduan Titanium Menggunakan Pahat Karbida |
| Authors: | Ginting, Armansyah |
| Issue Date: | 2-Sep-2008 |
| Abstract: | Hampir enam dekade telah berlalu sejak awal paduan titanium (titanium
alloys) digunakan sebagai bahan baku struktur produk industri aeroangkasa
(aerospace industries), namun usaha untuk meningkatkan
ketermesinan yang rendah (low machinability) bahan ini masih berlanjut
hingga hari ini. Sifat ketermesinan yang rendah ini menyebabkan paduan
titanium disebut difficult-to-machine material.
Penelitian untuk meningkatkan ketermesinan paduan titanium ini bertumpu
pada kajian prestasi pahat, pemilihan bahan dan geometri pahat, dan
kondisi pemotongan optimal yang dicirikan oleh nilai parameter kondisi
pemotongan, keadaan aus pahat (tool wear), dan umur pahat (tool life)
yang dapat dicapai. Seiring dengan itu, keutuhan permukaan (surface
integrity) juga mendapat tumpuan pada kajian peningkatan ketermesinan
paduan titanium.
Berbagai bahan pahat, yaitu Baja Berkelajuan Tinggi (High Speed
Steel/HSS), Cast Cobalt Iron, Carbide (Karbida), Ceramic, Cobalt Boron
Nitride (CBN), dan Diamond, telah digunakan untuk membombardir sifat
ketermesinan paduan titanium yang rendah. Dari penelitian-penelitian yang
telah dilakukan, dilaporkan bahwa pahat karbida (WC-Co) berpengenal ISO
tipe K merupakan bahan pahat yang menunjukkan prestasi dan nilai
ekonomi yang dapat diandalkan untuk memotong paduan titanium.
Pahat karbida (WC-Co) dapat memotong paduan titanium dengan laju
pemotongan (cutting speed) 45-60 m/min. Kegagalan pahat karbida untuk
dapat digunakan lebih cepat (higher cutting speed) dan lebih lama (longer
tool life) pada saat memotong paduan titanium adalah disebabkan oleh aus
kawah (crater wear) maupun aus tepi (flank wear) yang dipicu oleh
mekanisme aus geseran (attrition), aus lekatan (adhesive), dan aus
pelarutan-resapan (diffusion-dissolution) yang terjadi pada suhu
pemotongan tinggi (> 850 oC).
Untuk tujuan meningkatkan laju pemotongan (higher cutting speed) dan
umur pahat (longer tool life), berbagai usaha telah ditempuh oleh para
peneliti ketermesinan paduan titanium. Usaha yang paling berhasil adalah
memperpanjang umur pahat dengan menggunakan cairan pemotongan
(cutting fluids) pada saat pemotongan paduan titanium berlangsung,
manakala peningkatan laju pemotongan belum berhasil ditingkatkan.
Berbagai jenis cairan pemotongan telah diuji, mulai cairan pemotongan
berbasis air, minyak, maupun kriogenik (cryogenic) . Cara
mengalirkan cairan pemotongan tersebut juga telah divariasikan, mulai
dengan metode banjiran (flooding) hingga berkapasitas 660 L/jam, maupun
dengan metode tekanan tinggi (high pressure) hingga 15 MPa. |
| Keywords: | pemesinan aero angkasa titanium pahat kabida |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/697 |
| Appears in Collections: | UA - Professor Orations
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|