Show simple item record

dc.contributor.authorVinolina, Noverita Sprinse
dc.date.accessioned2018-07-11T08:05:13Z
dc.date.available2018-07-11T08:05:13Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69431
dc.descriptionNoverita Sprinse Vinolinaid
dc.description.abstractPegagan (Centella asiatica) is one of the couch (wild plants) that are exploited from the nature widely. The chemical content include several saponin compounds, specifically asiaticoside, madecassoside and asiatic asid. Sourced from the previous research, it was obtained that the pattern of centelloside (asiaticoside, madecassoside and asiatic acid) is influenced by the condition of planting media, phosphorus content of planting medium, plant age. Centelloside biosynthesis towards asiatikosida, madekasosida and asiatik asid influenced by these factors. Cultivation techniques provided include the aplication of phosphorus that affects the synthesis of centelloside. This study used random design repeated 5 times. The 6 doses of fertilizer i.e. 0, 10, 20, 30, 40, 50 kg P2O5 / ha, with harvest time 84 DAP (day after planted), repeated 5 times to determine the effect of treatment on the content of centelloside. The results obtained are at lowland location of North Sumatera, fertilization of phosphorus doses with given treatment level those are, 0, 10, 20, 30, 40, 50 P205 kg / ha and without giving phosphorus dose as control is not significantly different result to production of Pegagan plant but affect the pattern of centelloside. In-depth study is necessary to know the response of the Centella asiatica to various treatments beneficial to increase their bioactive content (centelloside) rather than the others which are naturally growing in the nature.id
dc.description.abstractPegagan (Centella asiatica) adalah salah satu tanaman liar yang dimanfaatkan dari alam secara luas. Kandungan kimia pegagan antara lain beberapa senyawa saponin, yaitu asiatikosida, madekasosida dan asiatik asid. Riset sebelumnya diperoleh, pola centellosida (asiatikosida, madekasosida dan asiatik asid) dipengaruhi oleh kondisi media tanam, kadar fosfor media tanam, umur tanaman. Biosintesis centellosida ke arah asiatikosida, madekasosida dan asiatik asid dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Teknik budidaya yang diberikan antara lain pemberian fosfor yang mempengaruhi sintesis centellosida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang 5 kali. Adapun 6 taraf dosis pupuk yaitu 0, 10, 20, 30, 40, 50 kg P2O5/ha, dengan waktu panen 84 HST, diulang 5 kali untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap kandungan centellosida. Hasil yang diperoleh adalah pada lokasi dataran rendah Sumatera Utara, pemupukan dosis fosfor dengan taraf perlakuan yang diberikan yaitu, 10, 20, 30, 40, 50 P205 kg/ha dan tanpa pemberian dosis fosfor sebagai kontrol tidak berbeda nyata hasilnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman pegagan tetapi mempengaruhi pola centellosida. Kajian yang mendalam sangat diperlukan untuk dapat mengetahui seluk beluk respon tanaman pegagan terhadap berbagai perlakuan untuk dapat meningkatkan kandungan bioaktifnya (centellosida) daripada yang tumbuh secara alami di alam.id
dc.language.isoidid
dc.subjectCentella Asiaticaid
dc.subjectPemupukan Fosforid
dc.subjectCentellosidaid
dc.titleKandungan Metabolit Sekunder (Centellosida) Pegagan (Centella asiatica) Aksesi Deli Serdangid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record