Show simple item record

dc.contributor.authorLumbanraja, Sarma Nursani
dc.date.accessioned2018-04-17T07:36:35Z
dc.date.available2018-04-17T07:36:35Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69285
dc.descriptionSarma Nursani Lumbanrajaid
dc.description.abstractAngka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satuindikator untukmelihatderajat ke- sehatan perempuan.1 Terdapat dua kategori kematian ibu yaitu disebabkan oleh penyebab langsung obstetri yaitukematianyangdiakibatkanlangsungoleh kehamilan dan persalinannya, dan kematian yang disebabkan oeh penyebab tidak langsung yaitukematianyangterjadipada ibuhamil yangdisebabkanolehpenyakitdanbukanoleh kehamilan atau persalinannya.2 Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematianibu(yangberkaitandengankehamilan, persalinan, dan nifas) sekitar 359/100.000 kelahiran hidup. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2007 yaitu sekitar 228/100.000kelahiranhidup.Triasutamakematian ibu adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK) dan infeksi. Dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014, hampir 30% kematian ibu di Indonesia pada tahun 2010 disebabkanolehHDK.1Penyakithipertensidalam kehamilan merupakan kelainan vaskular yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada masa nifas. Tujuan utama dari tatalaksana preeklampsia adalah keselamatan ibu. Keputusan antara manajemen aktif dan konservatif bergantung kepada usia kehamilan, status fetal, kondisi maternal, adanya ketuban pecah, dan ketersediaan serta akses ke spesialis obstetri atau bidan.id
dc.language.isoidid
dc.subjectPre-Eklamsiaid
dc.titleManajemen Konservatif pada Pre-Eklamsiaid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record