Show simple item record

dc.contributor.authorSembiring, Mariani
dc.contributor.authorWahyuni, Mardiana
dc.date.accessioned2018-04-12T05:50:12Z
dc.date.available2018-04-12T05:50:12Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69280
dc.descriptionMariani Sembiringid
dc.description.abstractKelapa sawit di Indonesia merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak nabati yang cukup penting dengan prospek pengembangan yang cukup cerah. Ketersediaan unsur hara yang diperlukan harus cukup dan seimbang. Unsur hara makro essensial yang diperlukan oleh tanaman ini salah satunya yaitu unsur hara P. Ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sering rendah salah satunya dikarenakan terikat dengan ion Ca2+, Fe3+ dan Al3+. Ketersediaan P diperoleh melalui proses mineralisasi dengan melibatkan mikroorganisme tanah, seperti jenis jamur khususnya pelarut fosfat. Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) merupakan sebagai sumber bahan organik yang mempengaruhi aktivitas jamur pelarut fosfat dalam ketersediaan unsur hara P di dalam tanah yang merupakan mikroorganisme tanah biasanya hidup disekitar perakaran tanaman (rhizosfer). Dalam proses identifikasi ditemukan 4 jenis jamur pelarut fosfat yang diambil dari 5 titik kontrol dengan 3 kedalaman dari 0-30 cm yaitu yaitu J1 = Aspergillus sp., J2 = Trichoderma sp., J3 = Penicillium sp. 1, dan J4 = Penicillium sp. 2. Populasi mikroorganisme pelarut fosfat tertinggi terdapat pada kedalaman 0-10 cm sebesar 12 x 105 SPK/ml menunjukkan kedalaman tanah mempengaruhi keberadaannnya. Mengetahui kemampuan masing-masing jenis jamur pelarut fosfat yang ditemukan dalam melarutkan P dengan mengujinya pada media Pikovskaya padat dari berbagai sumber P (Ca3(PO4)2, AlPO4, FePO4), dan RP. Ditemukan jamur pelarut fosfat memiliki kelarutan P tertinggi ditunjukkan oleh Penicillium sp. 2 dengan nilai indeks pelarutan sebesar 2,47. Ini sejalan dengan nilai P-tersedia dalam tanah tertinggi ditunjukkan juga oleh jenis jamur perut fosfat Penicillium sp. 2 sebesar 168,88 ppm. Untuk kemampuan mensekresikan asam organik, jamur pelarut fosfat yang memiliki nilai tertinggi dalam menghasilkan asam organik ditunjukkan oleh Trichoderma sp. sebesar 95,05 ppm. Kemampuan jamur pelarut fosfat dalam menghasilkan asam organik tidak selalu berkolerasi positif, yang biasanya kelarutan jamur pelarut fosfat dan Ptersedia tertinggi yang dihasilkan akan mempengaruhinya dalam menghasilkan asam organik yang tinggi pula begitu sebaliknya. Ini dapat terjadi dikarenakan lamanya waktu inkubasi dan interaksi yang terjadi antara isolat jamur pelarut fosfat dengan media.id
dc.language.isoidid
dc.subjectJamur Pelarut Fosfatid
dc.subjectRhizosfer Aplikasi LCPKSid
dc.subjectKelarutan Pid
dc.subjectP-tersediaid
dc.subjectAsam Organikid
dc.titleIsolasi dan Uji Potensi jamur Pelarut Fosfat dari Rhizosfer Kelapa Sawit (Elaeis huineensis Jacq) dengan Perlakuan Aplikasi LCPKSid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record