Show simple item record

dc.contributor.authorLumbanraja, Sarma Nursani
dc.date.accessioned2018-02-23T06:36:11Z
dc.date.available2018-02-23T06:36:11Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.isbn9794589373
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69170
dc.descriptionSarma Nursani Lumbanrajaid
dc.description.abstractPelayanan kesehatan ibu selama kehamilan merupakan hal penting bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya. Upaya pelayanan tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap kondisi buruk yang dapat terjadi pada seorang ibu hamil yang mungkin sampai menyebabkan kematian pada ibu. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dari tingkat kesehatan suatu daerah. Dengan kata lain, tingginya angka kematian ibu, menunjukkan rendahnya tingkat kesehatan di daerah tersebut. Diperkirakan kematian ibu secara global berjumlah 10,7 juta wanita meninggal selama 25 tahun dari 1990 hingga 2015 disebabkan oleh kematian ibu. Seiring dengan perkembangan zaman, angka kematian tersebut telah menurun di seluruh dunia. Secara global MMR (maternal mortality ratio) telah menurun 44% (33% hingga 48%), dari tahun 1990 dengan angka 385 (359 sampai 427) hingga tahun 2015 dengan angka 216 (207 sampai 249). Ini mengartikan bahwa suatu penurunan lebih dari 43% dari yang diperkirakan jumlah kematian ibu tiap tahun, dari 532.000 (496.000 sampai 590.000) pada tahun 1990 menjadi 303.000 (291.000 sampai 349.000) pada tahun 2015. Secara regional, penurunan tertinggi antara 1990 hingga 2015 terjadi di Asia tengah (72%), diikuti oleh Asia selatan (67%), Asia Tenggara (66%), Afrika utara (59%), Kaukasus dan Asia tengah (52%), Oseania (52%), Amerika latin dan Karibia (50%), Afrika Sub-Sahara (45%) dan Asia barat (43%). Penurunan di negara-negara berkembang diperkirakan sebesar 48%. Di negara berkembang, laju MMR tahunan menurun hingga 1.3% (0.6% hingga 2.0%) antara tahun 1990-2000, dan laju penurunan tiap tahun sebesar 3.1% (2.2% hingga 3.5%) antara tahun 2000-2015. Secara keseluruhan, dapat diartikan bahwa terjadi laju penurunan rata-rata sebesar 2.4% (1.7% hingga 2.7%) pertahun selama 25 tahun terakhir.id
dc.language.isoidid
dc.subjectObstetriid
dc.titleKegawatdaruratan Obstetriid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record