Show simple item record

dc.contributor.authorHaykal, Teuku Bob
dc.date.accessioned2018-02-09T07:53:55Z
dc.date.available2018-02-09T07:53:55Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69087
dc.descriptionTeuku Bob Haykalid
dc.description.abstractSinkop adalah masalah klinis penting karena merupakan hal yang umum, mahal, dan seringkali mengganggu. Sinkop sering ditemukan pada populasi umum dan episode pertama biasanya muncul pada kelompok usia tertentu. Prevalensi dan insiden sinkop meningkat seiring pertambahan usia dengan 30% angka kejadian rekuren. Sinkop refleks sejauh ini merupakan penyebab paling sering. Sebaliknya, frekuensi kejang epilepsi pada kelompok usia muda yang sama jauh lebih rendah (<1%) dan sinkop akibat aritmia jantung bahkan jauh lebih sedikit. Evaluasi meliputi anamnesis penyakit secara hati-hati, pemeriksaan fisik, temasuk pengukuran tekanan darah ortostatik dan elektrokardiogram (EKG). Berdasarkan penemuan pada pemeriksaan-pemeriksaan ini, pemeriksaan tambahan lain dapat dilakukan. Tujuan utama terapi pasien dengan sinkop adalah untuk memperpanjang harapan hidup, membatasi cedera fisik dan mencegah rekurensi. Kepentingan dan prioritas sasaran yang berbeda ini bergantung pada penyebab sinkop. Morbiditas yang tinggi didapatkan pada lansia dan bervariasi mulai dari kehilangan kepercayaan diri, depresi, dan ketakutan untuk jatuh, hingga fraktur dan perawatan lanjut.id
dc.language.isoidid
dc.subjectSinkopid
dc.subjectPresinkopid
dc.subjectHilang Kesadaranid
dc.titleSinkopid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record