Show simple item record

dc.contributor.authorHaykal, Teuku Bob
dc.date.accessioned2018-02-09T07:51:11Z
dc.date.available2018-02-09T07:51:11Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69086
dc.descriptionTeuku Bob Haykalid
dc.description.abstractPenyakit arteri perifer merupakan stenosis, oklusi, atau dilatasi aneurisma aorta dan cabang-cabang pembuluh darah non-koroner serta non-intrakranial lain yang bersifat progresif. Evaluasi pasien dengan penyakit oklusi arteri perifer dimulai dari riwayat gejala dan pemeriksaan fisik.Gejala klinis penyakit arteri perifer yang paling utama yaitu klaudikasio intermiten dan nyeri saat istirahat.Pemeriksaan noninvasif vaskular dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis PAD pada pasien dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang khas, menilai keparahan dan lokasi sumbatan, mengetahui progresifitas penyakit dan respon terhadap pengobatan, dan pemantauansetelah tindakan revaskularisasi. Saat ini pemerikasaan noninvasif dengan teknik pencitraan telah menawarkan alternatif yang sangat baik, sedangkan pemeriksaan invasif angiografi dilakukan khusus pada pasien yang akan dilakukan tindakan intervensi.Kemampuan seorang klinisi dalam menegakkan diagnosis dan memilih modalitas pemeriksaan yang tepat dan cepat penting dalam menentukan langkah selanjutnya.id
dc.language.isoidid
dc.subjectDiagnostik Non Invasiveid
dc.subjectPenyakit Arteri Periferid
dc.subjectABIid
dc.titleDiagnostik Noninvasif Pada Penyakit Arteri Periferid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record