Show simple item record

dc.contributor.authorEvalina, Rita
dc.date.accessioned2018-02-09T07:41:02Z
dc.date.available2018-02-09T07:41:02Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69083
dc.descriptionRita Evalinaid
dc.description.abstractDermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit inflamasi kulit (juga disebut eksim pada beberapa negara) yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Penyakit ini dimulai pada usia bayi yang dapat berlanjut sampai usia dewasa dengan kecenderungan untuk menderita asma, rhinitis atau keduanya dikemudian hari yang dikenal dengan istilah atopic march. Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang berperan pada DA. Faktor eksogen seperti makanan dan alergen hirup (aeroalergen) banyak dilaporkan sebagai pencetus timbulnya DA. Masih terdapat perbedaan pendapat mengenai makanan sebagai penyebab tetapi terdapat bukti bahwa bila makanan dihindarkan maka gejala dermatitis membaik Sensitisasi alergen makanan dan aeroalergen memegang peranan penting dalam etiopatogenesis dermatitis atopik. Alergen makanan lebih berpengaruh pada usia kurang dari satu tahun sedangkan aeroalergen ( alergen hirup ) lebih berpengaruh pada usia diatas dua tahun. Bila seorang bayi telah menderita DA, sebaiknya dihindarkan dari faktor pencetus baik makanan maupun aeroalergen seperti tungau debu rumah, debu rumah, serbuk sari tumbuhan, bulu atau serpihan binatang peliharaan sejak dini, karena dermatitis atopik dengan onset dini akan meningkatkan risiko alergi saluran nafas dan manifestasi alergi lain di kemudian hari.id
dc.language.isoidid
dc.subjectDermatitis Atopiid
dc.titleDermatitis Atopiid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record