Show simple item record

dc.contributor.authorEndang
dc.contributor.authorLuman, Andy
dc.date.accessioned2017-10-25T02:16:30Z
dc.date.available2017-10-25T02:16:30Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/69014
dc.descriptionEndangid
dc.description.abstractGigitan ular berbisa dan kematian yang diakibatkan merupakan masalah kesehatan publik yang penting pada daerah pedesaan. Diperkirakan setidaknya 421.000 kasus envenomasi (injeksi bisa terhadap korban melalui sengatan/ gigitan oleh hewan berbisa) dan 20.000 kematian timbul setiap tahunnya di seluruh dunia akibat gigitan ular. Korban gigitan yang selamat mengalami sekuele fisik permanen akibat nekrosis jaringan lokal, dan sekuele psikologis. Di Indonesia jenis famili ular berbisa dibagi dua yaitu Flavipiridae dan Elapidae . Untuk negara -negara di Asia Tenggara, WHO memberikan perhatian- perhatian khusus yang membagi atas dua kategori yaitu kategori 1 untuk kepentingan medis tertinggi dan kategori 2 untuk kepentingan medis sekunder. Tulisan ini dibuat untuk membahas patofisiologi, diagnosis dan penatalaksanaan gigitan ular berbisa.id
dc.language.isoidid
dc.subjectGigitan Ular Berbisaid
dc.titleGigitan Ular Berbisaid
dc.typeLecture Papersid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record