Show simple item record

dc.contributor.advisorPurba, Hasim
dc.contributor.authorDewi, Irma Kumala
dc.date.accessioned2017-10-12T08:07:43Z
dc.date.available2017-10-12T08:07:43Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherEra Salida
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/68861
dc.description130200216id
dc.description.abstractPerkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Di dalam melakukan perkawinan haruslah memenuhi syarat maupun rukun sah dalam perkawinan, apabila syarat dan rukun sah dalam perkawinan tidak dipenuhi maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan. Permasalahan dalam skripsi ini adalah hal-hal apa saja yang menjadi penyebab pembatalan perkawinan, bagaimana pertimbangan hakim dalam melakukan pembatalan perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai dasar pemecahan permasalahan yang dikemukakan,dan sifat penelitian yang digunakan adalah deskriftif yaitu sebuah penelitian yang bertujuan untuk menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara berupa menelaah buku-buku literatur,undang-undang, brosur atau tulisan yanga da kaitannya dengan masalah yang diteliti,dan alat pengumpulan data yang digunakan ialah penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu dengan mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sejumlah undang-undang,peraturan-peraturan,literatur-literatur,pendapat para ahli dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yaitu mengikhtiarkan hasil pengumpulan data selengkap mungkin serta memilah-milahnya dalam satuan konsep,kategori atau tema tertentu. Hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya pembatalan dalam perkawinan disebabkan adanya pemalsuan identitas suami, Tergugat I mengaku duda mati, sedangkan sebenarnya adalah bahwa Tergugat I masih memiliki isteri yang sah bertempat tinggal di Medan hal ini diketahui dari media cetak Harian Orbit serta Isteri Tergugat I telah dataang ke Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Timur dan meminta agar pernikahan antara Tergugat I dan Tergugat II dibatalkan. Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara nomor 2447/Pdt.G/2015/PA. Mdn ialah bahwa Tergugat I dalam melakukan perkawinan dengan Tergugat Tergugat II memberikan keterangan yang tidak benar hal ini terbukti telah memenuhi maksud dari pasal 71 Kompilasi Hukum Islam yaitu, maka perkawinan Tergugat I dan Tergugat II dibatalkan, dengan dibatalkannya perkawinan ini maka perkawinan antara Tergugat I dan Tergugat II dianggap tidak pernah terjadi perkawinanid
dc.language.isoidid
dc.subjectPemalsuanid
dc.subjectPembatalanid
dc.subjectPerkawinanid
dc.titleKajian Hukum Terhadap Pembatalan Perkawinan Akibat Pemalsuan Identitas (Studi Putusan No.2447/Pdt.G/2015/PA.Mdn)id
dc.typeStudent Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record