Show simple item record

dc.contributor.advisorSupriana, Tavi
dc.contributor.advisorTarigan, Kelin
dc.contributor.authorSitumorang, Ferdinand Christianto
dc.date.accessioned2017-10-09T04:33:33Z
dc.date.available2017-10-09T04:33:33Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/68699
dc.description147039006id
dc.description.abstractOnion is a food commodity which has high nutritional value and good taste. In North Sumatera, but production of onion cannot fulfill the need for it, due to its high price. From its producer’s point of view, its high price has motivated its farmers to increase and optimize the area of harvesting. The objective of the research was to analyze some factors which influenced the offering of onion and the elasticity of offering the price of onion in North Sumatera. The data were secondary data with time series (monthly data in 5 years: 2010-2014) and analyzed by using Nerlove partial adjustment model and multiple linear regression equation with the estimation technique of Ordinary Least Square (OLS). The result of the analysis showed that the variable of the area of onion harvesting, the area of onion planting, the price of garlic, and the price of TSP fertilizer had positive influence on the offering of onion, while the price of onion and the offering of onion in the previous period had negative influence on the price of onion in North Sumatera. The offering of onion on its price in North Sumatera was elastic, either in the short term or in the long one.id
dc.description.abstractBawang merah adalah komoditi pangan yang memiliki nilai gizi tinggi dan lezat rasanya. Di Sumatera Utara, produksi bawang merah belum mampu memenuhi konsumsi bawang merah. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan harga bawang merah. Dari sisi produsen, kenaikan harga mendorong petani sebagai produsen bawang merah untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi areal panen tanaman bawang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran bawang merah dan untuk menganalisis elastisitas penawaran terhadap harga bawang merah di daerah Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan rangkaian waktu (time series), yakni data bulanan selama 5 tahun (2010- 2014). Metode analisis yang digunakan adalah model penyesuaian parsial Nerlove berupa persamaan regresi linear berganda dengan menggunakan teknik estimasi Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel luas areal panen bawang merah, luas areal tanam bawang merah, harga bawang putih, dan harga pupuk TSP berpengaruh positif terhadap penawaran bawang merah, sedangkan harga bawang merah dan penawaran bawang merah pada periode sebelumnya berpengaruh negatif terhadap penawaran bawang merah di Sumatera Utara. Elastisitas penawaran bawang merah terhadap harga bawang merah di Sumatera Utara bersifat inelastis baik jangka pendek dan jangka panjang.id
dc.language.isoidid
dc.subjectOnionid
dc.subjectOfferingid
dc.subjectElasticityid
dc.subjectNerloveid
dc.subjectArea of Harvestingid
dc.subjectPriceid
dc.titleAnalisis Respon Penawaran Bawang Merah di Sumatera Utaraid
dc.typeMaster Thesesid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record