Show simple item record

dc.contributor.advisorGea, Saharman
dc.contributor.advisorMuis, Yugia
dc.contributor.authorHarahap, Rino Epriadi
dc.date.accessioned2017-09-13T04:35:28Z
dc.date.available2017-09-13T04:35:28Z
dc.date.issued2017-07
dc.identifier.otherEra Salida
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/68128
dc.description120802002id
dc.description.abstractIsolasi nanoserat selulosa dari tandan kosong sawit (Elaeis guinensis Jack) dengan menggunakan TEMPO telah dilakukan. Tandan kosong sawit didelignifikasi dengan HNO3 3,5% dan NaNO2, kemudian diendapkan dengan NaOH 17,5% serta proses pemutihan dengan H2O2 10%. Nanoserat selulosa diperoleh melalui media oksidasi TEMPO, Homogenisasi dan Ultrasonikasi. Hasil analisa ukuran partikel diukur dengan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanoserat selulosa yang diperoleh memiliki diameter 11-69 nm. Hasil analisa ketahanan termal diukur dengan Thermogravimetric Analysis (TGA) menunjukkan bahwa nanoserat selulosa terdekomposisi pada suhu 240°C. Hasil Analisa gugus fungsi diukur dengan Fourier Transform Infra-Red (FT-IR) menunjukkan adanya serapan gugus C-H pada bilangan gelombang 2900 cm-1. Pada bilangan gelombang 3348 cm-1 menunjukkan adanya gugus O-H dan pada bilangan gelombang 1064 cm-1 menunjukkan adanya serapan gugus C-O-C yang menunjukkan bahwa adanya ikatan glikosida dalam sturuktur nanoserat selulosa. Hasil analisa TEM, TGA dan FT-IR menunjukkan bahwa media oksidasi TEMPO dapat menghasilkan serat selulosa berukuran nano dari tandan kosong sawit.id
dc.description.abstractIsolasi nanoserat selulosa dari tandan kosong sawit (Elaeis guinensis Jack) dengan menggunakan TEMPO telah dilakukan. Tandan kosong sawit didelignifikasi dengan HNO3 3,5% dan NaNO2, kemudian diendapkan dengan NaOH 17,5% serta proses pemutihan dengan H2O2 10%. Nanoserat selulosa diperoleh melalui media oksidasi TEMPO, Homogenisasi dan Ultrasonikasi. Hasil analisa ukuran partikel diukur dengan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanoserat selulosa yang diperoleh memiliki diameter 11-69 nm. Hasil analisa ketahanan termal diukur dengan Thermogravimetric Analysis (TGA) menunjukkan bahwa nanoserat selulosa terdekomposisi pada suhu 240°C. Hasil Analisa gugus fungsi diukur dengan Fourier Transform Infra-Red (FT-IR) menunjukkan adanya serapan gugus C-H pada bilangan gelombang 2900 cm-1. Pada bilangan gelombang 3348 cm-1 menunjukkan adanya gugus O-H dan pada bilangan gelombang 1064 cm-1 menunjukkan adanya serapan gugus C-O-C yang menunjukkan bahwa adanya ikatan glikosida dalam sturuktur nanoserat selulosa. Hasil analisa TEM, TGA dan FT-IR menunjukkan bahwa media oksidasi TEMPO dapat menghasilkan serat selulosa berukuran nano dari tandan kosong sawit.id
dc.language.isoidid
dc.subjectTEMPOid
dc.subjectNanoserat Selulosaid
dc.subjectKetahanan Termalid
dc.subjectTandan Kosong Sawitid
dc.subjectTKSid
dc.titleIsolasi Nanoserat Selulosa dari Tandan Kosong Sawit (Elaeis guinensis Jack) dengan Menggunakan TEMPOid
dc.typeStudent Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record