Show simple item record

dc.contributor.advisorNababan, Erna Budhiarti
dc.contributor.advisorEfendi, Syahril
dc.contributor.authorSihombing, Thomas H.
dc.date.accessioned2017-08-16T04:27:46Z
dc.date.available2017-08-16T04:27:46Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/67254
dc.description101402057id
dc.description.abstractBeton merupakan salah satu bahan yang paling umum digunakan pada pondasi suatu bangunan, terutama di daerah pusat kota di Indonesia. Salah satu alasan beton menjadi pilihan utama adalah karena beton memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bangunan lain. Beton sendiri merupakan campuran dari bahan-bahan seperti air, semen, pasir, dan kerikil, dimana setelah dilakukan pencampuran, kemudian beton akan disimpan di tempat khusus, sampai mencapai titik kekerasan maksimum setelah 28 hari. Proses pembuatan beton tersebut disebut juga sebagai proses mix design. Mix design tidak hanya membahas mengenai pencampuran dan proses penyimpanan, melainkan juga proses perhitungan, yang kemudian akan menghasilkan kadar dari setiap bahan penyusun yang tepat, sehingga menghasilkan mutu beton yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Perhitungan kadar yang dilakukan secara manual menggunakan pembulatan untuk setiap hasil perhitungan. Selain masalah perhitungan, mix design juga memiliki kekurangan pada ketelitian penentuan titik pada grafik. Sehingga, proses perhitungan mix design secara manual dapat mengakibatkan perubahan hasil akhir pada mutu beton. Penelitian ini merupakan implementasi proses mix design dengan menggunakan metode yang mengacu pada SKSNI 03-2834-2000 ke dalam bentuk program. Metode ini dapat digunakan dengan mudah oleh orang umum, dikarenakan proses yang harus dilakukan dijelaskan secara terperinci. Program yang dihasilkan akan dapat mengatasi masalah akurasi perhitungan dan penentuan titik pada grafik yang disebabkan oleh pembulatan hasil perhitungan, dan juga mengurangi pemborosan bahan, karena hasil perhitungan program akan memberikan jumlah kadar bahan penyusun beton yang tepat.id
dc.description.abstractConcrete is one of the most common materials used in the foundation of a building, especially in the downtown area in Indonesia. One of the reasons that concrete is the main choice is because it has a higher compressive strength compared to other building materials. The concrete itself is a mixture of ingredients such as water, cement, sand, and gravel, which after being mixed, then concrete will be stored into a specified location, until it reaches the point of maximum hardness after 28 days. The concrete manufacturing process is also known as mix design process. The process of mix design do not only discuss about the mixing and storage process, but also the calculation process, which will then generate the right level of it’s materials, resulting in the right quality of the concrete required. Even so, this mix design process takes a lot of time in the implementation. This study is about a mix design implementation process by using a method from SKSNI 03-2834-2000 refers to the form of the program. This method can be easily used by the public, because the process that must be done is described in detail. The resulting program will be able to overcome the problem of implementation time and the complexity of the calculation, and also reduce the waste of materials, because the results of the calculation process will provide the right levels of the constituents of the concrete.id
dc.language.isoidid
dc.subjectBetonid
dc.subjectMix Designid
dc.subjectSKSNI 03-2834-2000id
dc.titleMix Design Beton Normal dan Animasi 3D Uji Tekan Betonid
dc.typeStudent Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record