Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Drs. R. Kintoko Rochadi, MKM; dr. Yulianti, Sp.P, MARSen_US
dc.contributor.authorAlfian Helmien_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:47:28Z
dc.date.available2010-03-19T10:47:28Z
dc.date.issued2008-12-11T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherFranzen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6694
dc.description08E00829en_US
dc.description.abstractHepatitis B is a serious disease which still becomes a problem of health in the community. Indonesia is determined belong to the group of the mild to severe endemic countries for the incident of Hepatitis B viral infection.The prevalence of Hepatitis B in Indonesia ranges from 2.5% in Banjarmasin to 25.6% in Kupang. Aceh Utara District has the lowest Hepatitis B immunization coverage rate among the 21 districts in Nanggroe Aceh Darussalam Province. In relation to this condition, a study intended to analyze the influence of internal and external factors on mother’s behavior in the administration of Hepatitis B immunization has been conducted. The internal factors include age, level of education, knowledge, attitude and trust. The external factors include role of health workers, support from prominent community leaders, income and the distance from residence to the health service venue. The population this cross-sectional study was all of the mothers with babies of 0–12 months old and 211 of them were selected through the multistage sampling technique as the samples/respondents for this study. The data were obtained statistically analyzed through Chi-square and Logistic Regression test. The result of multivariate analysis through logistic regression test found that internal factors are knowledge (B=1,044) which most dominantly influences mother’s behavior in administrating Hepatitis B. It is suggested that the improvement of public health knowledge about hepatitis B immunization should be made through health promotion by social support.en_US
dc.description.abstractHepatitis B salah satu penyakit serius yang masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat. Indonesia termasuk ke dalam kelompok negara endemisitas sedang sampai dengan tinggi untuk terjadinya infeksi virus hepatitis B. Prevalensi hepatitis B di Indonesia berkisar 2,5% di Banjarmasin sampai 25,6% di Kupang. Kabupaten Aceh Utara, angka pencapaian cakupan imunisasi hepatitis B-nya paling rendah dari 21 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Berkenaan dengan hal tersebut, telah dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B. Faktor internal terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, dan kepercayaan. Faktor eksternal terdiri dari peran petugas kesehatan, dukungan tokoh masyarakat, penghasilan, dan jarak tempat tinggal dengan pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur 0 - 12 bulan dan jumlah sampel sebanyak 211 responden. Teknik pengambilan sampel secara sistem gugus bertahap (multistage sampling) dan data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah Chi Square Test dan Regresi Logistik. Hasil multivariat dengan uji regresi logistik menunjukkan faktor internal yaitu pengetahuan (B=1,044) yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B. Disarankan adanya upaya peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat tentang imunisasi hepatitis B melalui promosi kesehatan berupa social support.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.titlePengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi Di Kabupaten Aceh Utaraen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record