Show simple item record

dc.contributor.advisorKeloko, Alam Bakti
dc.contributor.advisorRochadi, R. Kintoko
dc.contributor.authorSembiring, Yuni Ati Br
dc.date.accessioned2017-07-25T08:13:39Z
dc.date.available2017-07-25T08:13:39Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/66672
dc.description131000128id
dc.description.abstractCervical cancer still becomes a health problem for women in Indonesia. The majority of women who are affected by cervical cancer usually do not perform early detection which be done by performing pap smear. The objective of the research was to analyze the factors out the influence women in reproductive age to perform pap smear test at Desa Sembahe in the working area of Sibolangit Puskesmas, Sibolangit District. The samples for this study were 55 women in reproductive age selected through simple random sampling technique with predefined inclusion criteria The data obtained were analyzed through univariate analysis to get an idea of the variable frequency distribution of education, knowledge, work, support the husband and pap smears, followed by bivariate analysis with the chi-square test to see how far the relationship of independent variables with the dependent variable, then use multivariate analysis with simple logistic regression to look at the most dominant variables influence the dependent variable. The result of this study showed that 23,6% of women in reproductive age performed pap smear test. The result of statistic test using Chi-square test showed that the variables of education (p = 0.000), knowledge (p = 0.013), and husband’s support (p = 0.010) had significant influence on pap smear test. The result of simple logistic regression tests showed that education did have significant influence on pap smear test but the variable of husband’s support had the biggest influence on pap smear test (Exp B = 6,106) which means women in reproductive age get the husband’s support having possibility 6 caps for conducting a pap smear compared with the women in reproductive age not get husband’s support. It is recommended that women in reproductive age who had been married to always pay attention to reproductive health, one of them by doing a pap smear examination and the husband always give support fo the women in reproductive age to do the pap smear test to prevention countermeasures of cervical cancerid
dc.description.abstractKanker serviks masih menjadi masalah kesehatan perempuan di Indonesia. Mayoritas perempuan yang terdiagnosa kanker serviks biasanya tidak melakukan deteksi dini. Deteksi dini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pap smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi wanita usia subur dalam pemeriksaan pap smear di Desa Sembahe wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat dekriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 55 WUS. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mendapatkan gambaran distribusi frekuensi variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan suami dan pemeriksaan pap smear, dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan uji chi-square untuk melihat sejauh mana hubungan variabel independen dengan variabel dependen, selanjutnya menggunakan analisis multivariat dengan uji regresi logistik sederhana untuk melihat variabel yang paling dominan pengaruhnya dengan variabel dependen. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada 23.6% WUS yang pernah melakukan pemeriksaan pap smear. Uji statistik dengan Chi-Square menunjukkan bahwa variabel pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p =0,013), dan dukungan suami (p=0,010) berpengaruh secara signifikan dalam pemeriksaan pap smear. Uji regresi logistik sederhana menunjukan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan dengan pemeriksaan pap smear, namun dukungan suami memiliki pengaruh paling dominan dalam pemeriksaan pap smear (Exp B = 6,106) yang artinya jika WUS mendapat dukungan suami berpeluang untuk melakukan pemeriksaan pap smear sebesar 6 kali dibandingkan dengan tidak mendapat dukungan suami Disarankan kepada WUS yang telah menikah agar selalu memperhatikan kesehatan reproduksinya, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan pap smear dan kepada suami WUS diharapkan lebih memberikan dukungan untuk melakukan pemeriksaan pap smear sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kanker serviks.id
dc.language.isoidid
dc.subjectPap Smear Testid
dc.subjectWomen in Reproductive Ageid
dc.subjectCervical Cancerid
dc.titleFaktor-Faktor yang Memengaruhi Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan Pap Smear di Desa Sembahe Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Tahun 2017id
dc.typeStudent Papersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record