Show simple item record

dc.contributor.advisorProf.Dr.Harlem Marpaungen_US
dc.contributor.authorHidayatien_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:46:17Z
dc.date.available2010-03-19T10:46:17Z
dc.date.issued2008-05-05T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherSundarien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6577
dc.descriptionD0200430en_US
dc.description.abstractQA laboratorium adalah seluruh kegiatan yang sistematis dan terencana yang diterapkan dalam sistem mutu laboratorium yang terdiri dari persyaratan manajemen dan persyaratan teknis untuk memberikan suatu keyakinan terhadap data hasil uji dengan presisi dan akurasi yang baik. Persyaratan teknis dalam sistem mutu laboratorium antara lain adalah melaksanakan uji profisiensi. Dalam hal ini uji profisiensi dilakukan terhadap 6(enam) laboratorium di Kota Medan Propinsi Sumatera Utara, yaitu Laboratorium PPKS, Laboratorium Sucofindo, Laboratorium BPPI, Laboratorium BTKL, Laboratorium BLK dan Laboratorium Hiperkes. Persyaratan manajemen diidentifikasi dengan melaksanakan kuesioner terhadap laboratorium-laboratorium tersebut. Masing-masing laboratorium melakukan pengujian terhadap COD dengan contoh uji yang terdiri dari larutan standar, air Sungai Deli dan spike. Contoh uji tersebut diberikan kepada laboratorium tersebut dengan status sebagai contoh uji "blind" (tidak diketahui konsentrasinya oleh masing-masing laboratorium). Pengujian dilaksanakan dengan 7 (tujuh) kali replikasi sebagai salah satu syarat di dalam validasi metode, dan dilanjutkan dengan perhitungan secara statistik untuk mengetahui nilai variabel-variabel akurasi, repitabilitas, reprodusibilitas dan ketidakpastian. Dalam penelitian ini diperoleh hasil perbandingan kinerja laboratorium (diberi kode A, B, C, D, E, dan F) baik ditinjau dari persyaratan teknis (empat laboratorium yang melaksanakan persyaratan teknis) maupun persyaratan manajemen yang tercakup di dalam sistem mutu laboratorium standar (SNI 19-17025 : 2000), maka akurasi dari pengujian larutan standar laboratorium-laboratorium tersebut ada 1 (satu) laboratorium yang memiliki keakuratan dalam nilai pengujiannya mendekati nilai yang sudan diketahui sebelumnya (larutan standar, COD = 200 mg O2/L) yaitu dengan hasil pengujian COD = 227,4 mg O2/L (penjelasan dari control grafik shewhart)Variabel presisi yang dilaksanakan dengan pengujian contoh uji air Sungai Deli dan larutan spike oleh keempat laboratorium, maka repitabilitas dari laboratorium sebesar 0,01 berarti perbedaan hasil analisa yang disebabkan karena replikasi pengujian oleh laboratorium masing-masing sangat kecil sekali. Tetapi perbedaan hasil yang disebabkan oleh operator (analis) sangat mempengaruhi hasil pengujian antar laboratorium (Standar Deviasi 136,8 mg O2/L). Persyaratan manajemen dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara kuisioner terhadap laboratorium peserta uji profisiensi, yang fungsinya hanyalah untuk meninjau sejauhmana manajemen laboratorium-laboratorium tersebut mengaeu kepada SNI 19-17025 : 2000, hasilnya menunjukkan : 50,82% untuk laboratorium A, 50,82% untuk laboratorium B, 54,10% untuk laboratorium C, 32,79% untuk laboratorium D, 34,96% untuk laboratorium E, dan untuk labortorium F 42,62%. Dengan diketahui kinerja laboratorium-laboratorium di Kota Medan melalui uji profisiensi ini, diharapkan dapat meningkatkan QA laboratorium-laboratorium tersebut untuk menghasilkan data dengan akurat dan presisi yang baik.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectquality assuranceen_US
dc.subjectlaboratoriumen_US
dc.subjectmedanen_US
dc.subjectpslen_US
dc.titleQuality Assurance Laboratorium Pengujian Di Kota Medan Propinsi Sumatera Utaraen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record