Show simple item record

dc.contributor.advisorProf.Ir. Zulkifki Nasution, M.Sc, Ph.Den_US
dc.contributor.authorUzunu Khairen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:46:09Z
dc.date.available2010-03-19T10:46:09Z
dc.date.issued2008-04-15T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherRenny Widiastutien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6560
dc.description06003699en_US
dc.description.abstractThe research of ecotourism physical carrying capacity was carried out in the Taman Wisata AIam (TWA) Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. The methodology based on the determination of tourist carrying capacity in protected areas developed by Cifuentes (1992) by considering physical carrying capacity (PCC), real carrying capacity (RCC) and effective carrying capacity (ECC). The physical carrying capacity in TWA area was determined for two locations, i.e. parking area as location I with transportation and visitor variables, meanwhile trail was determined as location 2, where location 1 had higher value in PCC, RCC and ECC as well than location 2. As determined RCC, it was necessary to submit PCC value to several correction factors, such as excessive sunlight, rainfall, wind velocity, erosion, existing of mud, disturbance to the wildlife (primate), location reaching level and temporary closure. To determine ECC, RCC value was submitted and management capacity was calculated based on infrastructure capacity and personal staff number. The management capacity was obtained 63%. Finally, ECC location 1 (ECC1) reached 274.115 visitation per year and ECC location 2 (ECC2) was 31.755 visitation per year which percentage of ECC1 (99,45%) and ECC2 (95,23%) respectively that obtained is above from current visitation value in 2005 (1.517 visitation per year).en_US
dc.description.abstractPenelitian kapasitas daya dukung fisik kawasan ekowisata dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Metodologi yang digunakan berdasarkan pada penentuan kapasitas daya dukung wisata di dalam kawasan lindung yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992) dengan memperhitungkan daya dukung fisik (Physical Carrying Capacity/PCC), daya dukung sebenarnya (Real Carrying Capacity/RCC) dan daya dukung efektif (Effective Carrying Capacity/ECC). Kapasitas daya dukung fisik di kawasan TWA ditentukan untuk dana lokasi yang berbeda, yaitu areal parkir sebagai lokasi I dengan variabel transportasi dan pengunjung, sedangkan trail ditentukan sebagai lokasi 2 dimana kapasitas daya dukung baik PCC, RCC dan ECC pada lokasi 1 mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada nilai di lokasi 2. Saat menentukan daya dukung RCC, perlu memasukkan daya dukung fisik ke dalam berbagai faktor koreksi seperti sinar matahari yang berlebihan, curah hujan, kecepatan angin, erosi, keberadaan lumpur, gangguan terhadap satwa liar (primata), tingkat penjangkauan lokasi dan penutupan kawasan untuk sementara. Dalam menentukan daya dukung efektif (ECC), nilai RCC dimasukkan dan kapasitas manajemen dihitung berdasarkan kapasitas infrastruktur dan jumlah staf. Kapasitas manajemen yang didapat sebesar 63% yang pada akhirnya ECC lokasi 1 (ECC1) mencapai 274.115 kunjungan per tahun dan ECC lokasi 2 (ECC2) mencapai 31.755 kunjungan per tahun dimana masing-masing persentase nilai BCC1 (99,45%) dan ECC2 (95,23%) berada di atas nilai kunjungan yang berlangsung pasca tahun 2005 (1.517 kunjungan per tahun).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectpengelolaan sumber daya alam & lingkunganen_US
dc.titleKapasitas Daya Dukung Fisik Kawasan Ekowisata Di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit Kabupaten Deli Serdangen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record