Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Dr. Usman Pelly, MAen_US
dc.contributor.authorPuspitawatien_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:45:44Z
dc.date.available2010-03-19T10:45:44Z
dc.date.issued2008-04-17T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherRenny Widiastutien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6517
dc.descriptionD0101282en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan keanekaragaman hayati tumbuhan dalam kehidupan komunitas suku Gayo, dimana ruang lingkup penelitian dibatasi hanya pada pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan tradisional, bahan obat-obatan/kosmetik tradisional, bahan untuk keperluan upacara adat/kegiatan sosial, serta usaha masyarakat setempat untuk melestarikannya. Sebagai lokasi penelitian dipilih Desa Dedamar dan Kalasegi di Kecamatan Bintang, serta Desa Kute Rayang, Kute Robel dan Kute Meriemdi Kecamatan Linge. Lokasi penelitian dipilih secara purposif yakni dengan mencari desa yang berada disekitar hutan dan memiliki penduduk yang relatif paling homogen di seluruh Kabupaten Aceh Tengah. Data primer diperoleh melalui observasi, interview dan penyebaran koesioner. Kuesioner yang ditarik dari masing-masing desa sebanyak 20% dari jumlah kepala keluarga yang ada dimana secara keseluruhan terdapat 78 orang responden. Sementara itu untuk keperluan wawancara diambil informan yang terdiri dari : guru (dukun), petue (tokoh adat), tetue (orang-orang yang dituakan), imem (imam/tokoh agama), Data sekunder seperti keadaan tofografi daerah, iklim, jumlah penduduk, luas daerah diperoleh dari instansi terkait. Data mengenai klasifikasi tumbuhan didapat melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan Suku Gayo mengenai 181 spesies tumbuhan. 141 spesies diantaranya digunakan sebagai bahan obat-obatan, 99 spesies dimanfaatkan sebagai bahan pangan, 22 spesies sebagai pelengkap dalam upacara adat/kegiatan sosial. Keseluruhan spesies tumbuhan diatas dipergunakan dalam 142 ragam pemanfaatan yang meliputi : 68 ragam pangan, 61 ragam obat-obatan/kosmetik dan 13 pemanfaatan untuk upacara adat/kegiatan sosial. Dilihat dati bagian/organ tumbuhan yang dimanfaatkan, tumbuhan pangan sebagian besar memanfaatkan buah, sementara itu tumbuhan obat-obatan/kosmetik dan tumbuhan bahan pelengkap dalam upacara adatlkegiatan sosiai memanfaatkan kombinasi dari berbagai organ tumbuhan seperti daun, akar, biji dan kulit. Dilihat dati habitatnya, pada umumnya tumbuhan yang dipergunakan dalam ketiga pemanfaatan ini mudah dijumpai karena dapat hidup dalam beherapa habitat yang berbeda. Dan dilihat dari cara perolehannya maka sebagian besar dati tumbuhan yang dimanfaatkan untuk bahan pangan diperoleh dengan melakukan penanaman, dengan demikian maka tumbuhan yang diperlukan untuk kebutuhan pangan ini selalu ada/tersedia. Sementara itu untuk tumbuhan bahan obat-obatan/kosmetika dan tumbuhan bahan upacara adatlkegiatan sosial kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman dan melestarikannya tergolong rendah. Hal ini berhubungan dengan spesies tumbuhan yang dipergunakan dalam kedua keperluan tersebut yang banyak memanfaatkan tumbuhan liar.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectpengelolaan sumber daya alam & lingkunganen_US
dc.titlePemanfaatan Tumbuhan Dalam Kehidupan Komunitas Suku Gayo Dan Hubungannya Dengan Kelestarian Keanekaragaman Hayatien_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record