USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Multidicipline » MT - Pengelolaan Sumber Daya Alam & Lingkungan »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6493


Title: Pemanfaatan Fusarium Oxysporum Sebagai Penurun Jumlah Zat Pencemar Organik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Authors: Ramli Barus
Advisors: Prof. Dr. Ir. M. Sri Saeni, MS
Issue Date: 15-Apr-2008
Abstract: Air buangan industri pabrik kelapa Sawit yang masuk dalam lingkungan perairan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Sifat dan besarnya dampak tersebut tergantung jumlab air buangan dad industri pabrik Kelapa Sawit tersebut, sistern pengolaban baban buangan, dan daya dukung lingkungan penerimanya. Pada umumnya air buangan industri minyak sawit berasal dari unit-unit proses seperti sterelisasi, ekstraksi, klarifikasi, pengeringan minyak, penyaringan minyak, pemisahan inti dan pemurnian minyak sawit. Dari sekian banyak sumber air buangan tersebut yang paling banyak mengbasilkan limbab berasal dari : - Air pengembunan (kondensat) stasiun rebusan - Lumpur buangan dari stasiun pemurnian - Air kotor dad pemisaban inti (kernel). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan besarnya kandungan zat pencemar limbab cair buangan industri pabrik kelapa sawit PTPN II Kebun Pagar Marbau yang digambarkan melalui sifat-sifat kimia dan fisikanya dan basil analisisnya merupakan baban dasar untuk menentukan besar efisiensi pengaruh Fusarium dalam mengolah limbab cair (air buangan) industri pabrik sawit tersebut. Pengambilan contoh limbah cair pabrik kelapa sawit dilakukan hanya satu kali dengan menggunakan botol pengambil contoh air, buatan Jepang merek “sibata” secara transek horizontal menyilang arah aliran saluran limbah eair pabrik kelapa sawit dan transek vertikal ke arah dasar aliran limbah cair pabrik Kelapa Sawit tersebut, Pengukuran suhu dan pH dilakukan langsung pada saat pengambilan sampel. Pengukuran suhu dilakukan dengan termometer sedangkan untuk pH dilakukan dengan kertas pH universal. Penentuan parameter lainnya dilakukan di laboratorium dalam waktu paling lama 2 jam setelah contoh air diambil dari lokasi PTPN II Kebun Pagar Marbau, dimana botol-botol yang telah diisi contoh limbah PKS untuk dianalisis di laboratorium dikemas dalam termos berisi es. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kualitas limbah cair buangan industri pabrik kelapa sawit pada penelitian ini, untuk nilai kandungan BODnya sebesar 313 mg/l belum memenuhi kriteria standard yang ditetapkan Bapedal sebesar 250 mg/l (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : KEP51/MENLH/10/1995.) untuk layak lepas, akan tetapi sudah mendekati nilai ketentuan apedal. Nilai BOD yang belum memenuhi kriteria Bapedal tersebut dimungkinkan apat tercapai, bila ukuran Fusarium oxysporum dinaikkan menjadi 7cm2, akan tetapi karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian tidak dilanjutkan untuk itu. Kandungan padatan tersuspensi pada akhir penelitian ini sebesar 186,5 mg/l te1ah memenuhi kriteria yang diperbolehkan 300 mgll untuk layak dibuang (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : KEP-51/MENLH/10/1995) Nilai kandungan padatan terlarut pada akhir penelitian ini sebesar 106.5 mg/1. Nilai kandungan COD pada akhir penelitian ini sebesar 495 mg/l, telah memenuhi ketentuan yang diperbolehkan sebesar 500 mg/l (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : KEP-51/MENLH/10/1995). Berdasarkan dari hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka Fusarium oxysporum itu dapat menurunkan zat pencemar organik yang ada pada limbah cair buangan industri pabrik kelapa sawit.
Keywords: pengelolaan sumber daya alam & lingkungan
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6493
Appears in Collections:MT - Pengelolaan Sumber Daya Alam & Lingkungan

Files in This Item:

File Description SizeFormat
D0000381.pdfMaster Theses5.08 MBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.