USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Dentistry » MT - Pendidikan Dokter Gigi »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64788


Title: Pengaruh Perendaman Cetakan Alginat dalam Chloroxylenol terhadap Jumlah Staphylococus aureus dan Perubahan Dimensi Model Kerja
Authors: Purba, Suryanto
Advisors: Syafrinani
Kusumawati, R. Lia
Issue Date: 20-Mar-2017
Abstract: All the Operators of dentistry should increase the realisation about the potential cross-infections from blood ,saliva and other exudates found on impression. In prevention of it, a control infections is needed to clean using water and disinfection has to be done. Till date, prevention of cross infection in the alginate mold is still possible in chemical disinfection. Blood, saliva and exudate in the patient's mouth contains many microorganisme. A drop of saliva may consists 50,000 of bacteria with pathogen potential and can explored easily from impression material mainly alginate by becoming combined bacteria place more than other impression material.. This type of research is an experimental laboratory which aims to determine the effect of immersion the alginate impression in chloroxylenol to Staphylococus aureus and the dimensionsional change of the cast. Samples numbered 56 consisting of 28 samples is alginate impression was contaminated with Staphylococus aureus and 28 samples cast. Microbial test Staphylococcus aureus by using colony counter, to measure dimensional change by using a digital caliper. The effect of immersion alginate impression in chloroxylenol to Staphylococus aureus was analyzed with the Kruskal-Wallis test, different effect of immersion in the alginate impression in chloroxylenol to Staphylococus aureus was analyzed with the Mann-Whitney test. The effect of immersion of the alginate impression in chloroxylenol on the dimensional changes were analyzed using one-way ANOVA test while differences in the effect of immersion of the alginate impression in chloroxylenol on dimensional changes were analyzed by LSD. Results showed the significance effect of immersion the alginate impression in chloroxylenol for 1 minute, 5 minutes and 10 minutes against to Staphylococus aureus where the value p = 0.0001 (p <0.05) and dimensional changes of the cast in the AP (Antero Posterior) line where the value p= 0.001 (p <0.05) and CA (Cross Arch) p = 0.002 (p <0.05). Disinfecting alginate impression by soaking in chloroxylenol (dettol liquid 5%) for 5 minute can be done because it is effective to kill 100% Staphyloccus aureus and dimensional change is still according ADA specification.
Abstract (other language): Seluruh operator kedokteran gigi harus meningkatkan kesadaran tentang adanya potensi jalur infeksi silang yang berasal dari darah, saliva dan eksudat lainnya yang menempel pada cetakan, untuk mencegahnya harus dilakukan suatu kontrol infeksi yaitu dibersihkan dengan air mengalir dan didesinfeksi. Sampai saat ini pencegahan infeksi silang pada pencetakan alginat yang masih memungkinkan adalah desinfeksi kimia dengan cairan desinfektan. Darah, saliva dan eksudat dirongga mulut pasien mengandung banyak mikroorganisme. Setetes saliva dapat mengandung 50.000 bakteri yang berpotensi patogen dan dapat dengan mudah menyebar melalui bahan cetak terutama alginat yang menjadi tempat berkumpul bakteri lebih banyak dari pada bahan cetak lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris Pembuatan sampel cetakan alginat dan model kerja berjumlah 56 sampel dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FK USU dan Unit UJI Laboratorium Dental FKG USU Medan. Sampel terdiri dari 2 jenis yaitu cetakan alginat dan model kerja, masing-masing 28 sampel. Uji mikroba dengan menghitung koloni Staphylococus aureus yang dibiakkan pada media blood agar dengan menggunakan colony counter, uji pengukuran perubahan dimensi model kerja dengan menggunakan kaliper digital. Pengaruh chloroxylenol terhadap Staphylococus aureus dianalisis dengan uji Kruskal –wallis, Perbedaan pengaruh kelompok kontrol dengan kelompok perendaman dalam chloroxylenol dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Pengaruh chloroxylenol terhadap perubahan dimensi dianalisis dengan menggunakan uji one way Anova sedangkan perbedaan pengaruh kelompok kontrol dan dengan kelompok perendaman dalam chloroxylenol dianalisis uji LSD. Ada pengaruh perendaman cetakan alginat dalam chloroxylenol terhadap perubahan dimensi model kerja pada garis AP (Antero Posteror) p= 0,001 (p<0,05), pada garis CA(Cross Arch) p= 0,002 (p<0,05). Desinfeksi dengan menggunakan chloroxylenol dapat digunakan dengan perendaman dalam cairan dettol 5% karena dapat membunuh 100% Staphylococus aureus dan perubahan dimensi yang terjadi masih sesuai dengan spesifikasi ADA
Keywords: alginate
chloroxylenol
Staphylococus aureus
dimensional change
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64788
Appears in Collections:MT - Pendidikan Dokter Gigi

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover1.49 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract481.88 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I514.98 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II775.34 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VI.pdfChapter III-VI2.33 MBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference726.81 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.