USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Nursery » MT - Ilmu Keperawatan »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64764


Title: Pengalaman Perawat Dalam Menerapkan Manajemen Pengendalian Infeksi Di Rsup H. Adam Malik Medan
Authors: Situmorang, Helfrida
Advisors: Nurmaini
Darti, Nur Afi
Issue Date: 17-Mar-2017
Abstract: PPI (Infection Control and Prevention) Hospital is an activity which includes planning, implementation, control, and development in decreasing the rate of the incidence of IRS (Hospital Infection) in patients or hospital employees and in securing hospital environment from the risk for infectious transmission implemented through risk management, good clinical management, and the implementation of Hospital Occupational Safety and Health. The objective of the research was to explore nurses‟ experience in implementing infection control management at RSUP H. Adam Malik, Medan. The research used qualitative method with descriptive phenomenological design. The participant was IPCLN (Infection Prevention Control Link Nurse), an infection control link nurse, taken by using purposive sampling technique. The data were gathered by conducting in-depth interviews with 12 IPCLN nurses who were on duty in the inpatient wards for the infection risk such as Neurology (RA4), RB 1 Obgyne, RA 2, CVCU, RB 4 Child, Cardiovascular Inpatient 4th floor, RB 3, VIP B, RB 2 A, Cardiovascular Inpatient 3th floor, RA 3 THT, and Child ICU at RSUP H. Adam Malik, Medan. The gathered data were analyzed by using Colaizzi analysis. The result of the research showed that there were five themes: planning was not optimal, understanding PPI structure and IPCLN task was not optimal, giving routine guidance, providing tight supervision, and getting some obstacles in implementing infection control. The conclusion of the research was that plan made IPCLN made the schedule for guidance and schedule for supervision. There was PPI organizing. Guidance and supervision related to infection control had been done well everyday and when a new patient came. The obstacle was about the non-compliance of the personnel with using APD (Personal Protective Device) and washing their hands. Besides that, patients‟ families came alternately so that direction to wash their hands was done repeatedly and IPCLN had to serve concurrently.It is recommended that the hospital management maintain and pay attention to the implementation to infection control.
Abstract (other language): Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta pembinaan dalam upaya menurunkan angka kejadian Infeksi Rumah Sakit (IRS) pada pasien atau petugas rumah sakit dan mengamankan lingkungan rumah sakit dari risiko transmisi infeksi yang dilaksanakan melalui manajemen risiko, tata laksana klinik yang baik dan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menerapkan manajemen pengendalian infeksi di RSUP H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah IPCLN (Infection Prevention Control Link Nurse) yaitu perawat penghubung pengendali infeksi, ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara mendalam terhadap 12 perawat IPCLN yang terdiri dari IPCLN yang bertugas di ruang rawat inap yang berisiko terjadi infeksi seperti ruang Neurologi (RA 4), RB 1 Obgyn, RA 2, CVCU, RB 4 Anak, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 4, RB 3, VIP B, RB 2 A, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 3, RA 3 THT, ICU Anak, di RSUP. H. Adam Malik Medan. Analisis data menggunakan teknik analisa Colaizzi. Hasil penelitian ini menemukan lima tema yaitu membuat perencanaan belum optimal, memahami struktur PPI dan tugas IPCLN belum optimal, memberikan pengarahan yang rutin, melakukan pengawasan yang ketat dan mendapatkan hambatan dalam melaksanakan pengendalian infeksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perencanaan yang dibuat IPCLN membuat jadwal pengarahan dan jadwal pengawasan. Pengorganisasian PPI sudah ada. Pengarahan dan pengawasan terkait pengendalian infeksi sudah dilaksanakan dengan baik setiap hari dan setiap ada pasien baru. Hambatan yang didapat seperti beberapa petugas yang kurang patuh untuk menggunakan APD dan melaksanakan cuci tangan. Keluarga pasien selalu berganti sehingga harus berulang memberikan pengarahan tentang cuci tangan dan tugas IPCLN yang sangat banyak. Diharapkan kepada pihak manajemen rumah sakit agar tetap mempertahankan dan memperhatikan pelaksanaan pengendalian infeksi.
Keywords: Infection control
Management
Nurse
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64764
Appears in Collections:MT - Ilmu Keperawatan

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover1.15 MBAdobe PDFView/Open
Abstrack.pdfAbstract599.23 kBAdobe PDFView/Open
Chapter l.pdfChapter I532.98 kBAdobe PDFView/Open
Chapter ll.pdfChapter II735.13 kBAdobe PDFView/Open
Chapter lll-Vl.pdfChapter III-VI897.08 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference582.06 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix640.36 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.