Show simple item record

dc.contributor.advisorHaryuna, Tengku Siti Hajar
dc.contributor.advisorAdnan, Adlin
dc.contributor.advisorHarahap, Juliandi
dc.contributor.authorTaufika, Faathir Agung A.
dc.date.accessioned2017-03-09T04:32:29Z
dc.date.available2017-03-09T04:32:29Z
dc.date.issued2017-03-09
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64585
dc.description117041203en_US
dc.description.abstractObjective: This study was conducted to demonstrate curcuminoid as the safe and effective therapeutic agent in the prevention and treatment for the damage of fibroblast within the supporting tissues and the cochlear lateral wall under noise-induced stress viewed from the expression of AP- 1. Materials and Methods: The samples were 24 Rattus norvegicus divided into 4 groups. Group 1: The control group; group 2: noise (+); group 3: noise (+), 50 mg/day curcuminoid (+); group 4: noise (+), 100 mg/day curcuminoid (+). The noise exposure dose given was 100 dB SPL for 2 hours in 2 weeks and the curcuminoid were administered orally in 2 weeks. This study used curcuminoid derived from Curcuma longa Linnaeus (Turmeric). All samples were examined for the expressions of AP-1 by immunohistochemistry method of cochlear fibroblasts. Results: The results obtained showed significant differences for the expressions of AP-1 (p < 0,05) in all groups, except in group 1 and 3, 1 and 4. Conclusion: Curcuminoid proved to be potentially effective in the prevention and treatment for the damage of fibroblast within the supporting tissues and the cochlear lateral wall regarding the decreased expression of AP-1 in noise-exposed cochlear fibroblastsen_US
dc.description.abstractTujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa curcuminoid sebagai zat yang aman dan efektif dalam mencegah dan mengobati kerusakan fibroblas pada jaringan pendukung dan dinding lateral koklea yang mengalami stres akibat bising melalui ekspresi AP-1. Bahan dan Metode: Sampel adalah 24 ekor Rattus norvegicus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1: kelompok kontrol; kelompok 2: bising (+); kelompok 3: bising (+), curcuminoid 50 mg/hari (+); kelompok 4: bising (+), curcuminoid 100 mg/hari (+). Dosis paparan bising yang diberikan adalah 100 dB SPL selama 2 jam dalam 2 minggu dan curcuminoid yang diberikan secara oral selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan curcuminoid yang berasal dari Curcuma longa Linnaeus (kunyit). Semua sampel diperiksa untuk menilai ekspresi AP-1 pada fibroblas koklea dengan menggunakan metode imunohistokimia. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk ekspresi AP-1 (p < 0,05) pada semua kelompok, kecuali pada kelompok 1 dengan 3 dan 1 dengan 4. Kesimpulan: Curcuminoid terbukti efektif dalam mencegah dan mengobati kerusakan fibroblas pada jaringan pendukung dan dinding lateral koklea yang dinilai dari penurunan ekspresi AP-1 pada fibroblas koklea akibat bisingen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectNoiseen_US
dc.subjectCurcuminoiden_US
dc.subjectAP-1en_US
dc.subjectFibroblasten_US
dc.subjectCochleaen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Curcuminoid Dalam Mencegah Kerusakan Fibroblas Koklea Rattus Norvegicus Yang Diinduksi Bising Ditinjau Dari Ekspresi Activator Protein-1en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record