USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » PhD Dissertations (PD) » Medicine » PD - Pendidikan Doktor »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64466


Title: Pengaruh Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) Terhadap Penghambatan Proliferasi Sel Fibroblas Keloid Manusia
Authors: Putra, Imam Budi
Advisors: Soebono, Hardyanto
Hadisahputra, Sumadio
Bachtiar, Adang
Issue Date: 27-Feb-2017
Abstract: Background: Keloids present not only a problem for the sufferer but also a problem for physicians because until now there is no agreement on the proper selection and optimal therapy in the reduction, and there is a high tendency of recurrence after treatment. In addition to surgery and chemicals as a potential treatment option, herbal ingredients can be expected as a therapeutic modality that can be used. Roselle plants (Hibiscus safdariffa L) have various properties such as antioxidant, anti-cancer, anti-hypertensive and anti hiperlipedemia. On the basis of the roselle plant to be tested whether the treatment can be efficacious as a keloid. Aims : 1) Proving whether roselle calyx extract inhibits proliferation of human keloid fibroblast cells by increasing apoptosis, and reduce levels of Transforming Growth Factor-β1 (TGF-β1) on cultured human keloid fibroblasts. 2) Proving whether roselle calyx extract caused no cytotoxic effects. Methods: exploratory laboratory by setting standards simplicia, roselle calyx extract and phytochemical test. Laboratory experiments with cell growth inhibition test performed with keloid fibroblast apoptosis detection and measurement of levels of TGF-β1 in vitro. Measurement of apoptosis TUNEL assay was performed by the method of measurement while the levels of TGF-β1 is done by enzyme linked immunosorbent assay. Laboratory experiments to test the cytotoxicity of normal human skin fibroblasts in vitro, performed with a spectrophotometer using tetrazolium diphenyil Dimethyltiazol.Data analysis was performed descriptively, linear regression and one-way ANOVA. Results: The results of the characteristics of roselle calyx simplicia obtained that the water content of <10% (4.66%), while the monograph simplicia roselle calyx is not in the Materia Medika Indonesia. Phytochemical test results roselle calyx extract containing the active compound group tannins, flavonoids, steroids / triterpenoids and glycosides.Test results of apoptosis by TUNEL assay in human keloid fibroblast cell culture showed that increasing concentrations of roselle calyx extract on cultured human keloid fibroblasts may enhance apoptosis. The addition of roselle calyx extract concentration in a row 1.96μg/ml, 3.91μg/ml, 7.81μg/ml, 15.63μg/ml, 31.25μg/ml, 62.50μg/ml , 125ug/ml, 250ug/ml, 500ug/ml and 1000μg/ml increased apoptosis of 13.22%, 17.66%, 20.43%, 21.85%, 26.17%, 28, 65%, 40.68%, 43.49%, 58.32% and 71.69%. With the linear regression test showed a relationship between the addition of roselle calyx extract concentration with increased apoptosis of human keloid fibroblasts (y = 20.277 +0.060, p <0.001). The higher the concentration of the roselle calyx extract on human keloid fibroblast cell culture, the higher the percentage of apoptosis (p <0.05). At the levels of TGF-β1 test showed that the addition of roselle calyx extract concentration on cell cultures of human keloid fibroblasts may reduce levels of TGF-β1. The addition of roselle calyx extract concentration in a row 1.96μg/ml, 3.91μg/ml, 7.81μg/ml, 15.63μg/ml, 31.25μg/ml, 62.50μg/ml , 125μg/ml, 250μg/ml, 500μg/ml, and 1000μg/ml lower levels of TGF-β1 from 1072.54pg/ml to 741.66pg/ml, 688.98pg/ml, 637.69pg/ml, 638.40pg/ml, 622.94pg/ml, 454.34 pg/ml, 353.88pg/ml, 375.66pg/ml, 378.47pg/ml and 190.20pg/ml. With the linear regression test showed a relationship between the addition of roselle calyx extract concentration with decreased levels of TGF-β1 in human keloid fibroblast cell culture (y = 659.37 to 0.550, p <0.001). In other words, the higher the concentration of roselle calyx extract on human keloid fibroblast cell culture, the lower levels of TGF-β1 (p <0.05). Cytotoxicity assay results showed that the addition of roselle calyx extract concentration on cell cultures of human normal skin fibroblasts with successive levels of 1.96ug/ml, 3.91μg/ml, 7.81μg/ml, 15.63μg/ml, 31.25μg/ml, 62.50μg/ml, 125μg/ml, 250μg/ml, 500μg/ml, and 1000μg/ml showed viability respectively 91.4%, 89.4%, 94 , 7%, 90.2%, 89.0%, 91.6%, 93.2%, 99.2%, 94.9% and 89.7%. In other words, roselle calyx extracts are not toxic to normal human skin fibroblasts. Conclusion: The results of phytochemical extracts of roselle petals contain the active compound classes of tannins, flavonoids, steroids / triterpenoids and glycosides.Roselle calyx extract can enhance apoptosis, there by inhibiting cell proliferation of human keloid fibroblasts in vitro. The higher concentrations of roselle calyx extract the higher occurrence of apoptosis. Roselle calyx extract could reduce levels of TGF-β1 that can decreased density of human keloid fibroblasts in vitro. The higher concentrations of roselle calyx extract the lower levels of TGF-β1. In cell cultures of human keloid fibroblasts. In the cytotoxicity test showed that roselle calyx extracts are not toxic to normal human skin fibroblasts.
Abstract (other language): Latar belakang: Keloid saat ini tidak hanya merupakan masalah bagi penderitanya tetapi juga merupakan masalah bagi dokter karena hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai pemilihan terapi yang tepat dan optimal dalam penanggulangannya, serta terdapat kecenderungan kekambuhan yang tinggi setelah pengobatan. Selain tindakan pembedahan dan bahan kimia sebagai bahan pilihan pengobatan yang potensial, bahan-bahan herbal diharapkan dapat sebagai modalitas terapi yang dapat digunakan. Tanaman rosela (Hibiscus safdariffa L) mempunyai berbagai macam khasiat diantaranya sebagai antioksidan, anti kanker, anti hipertensi, dan anti hiperlipedemia. Atas dasar tersebut ingin diteliti apakah tanaman rosela dapat berkhasiat sebagai pengobatan keloid. Tujuan penelitian:. 1) Membuktikan apakah ekstrak kelopak bunga rosela dapat menghambat proliferasi sel fibroblas keloid manusia dengan meningkatkan apoptosis, dan menurunkan kadar Transforming Growth Factor-β1 (TGF-β1) pada kultur sel fibroblas keloid manusia. 2) Membuktikan apakah ekstrak kelopak bunga rosela tidak menimbulkan efek sitotoksik. Metode penelitian: Eksploratif laboratorium dilakukan dengan menetapkan standardisasi simplisia, mengekstraksi kelopak bunga rosela, dan uji fitokimia. Eksperimen laboratorium dilakukan dengan uji penghambatan pertumbuhan sel fibroblas keloid dengan cara mendeteksi apoptosis dan mengukur kadar TGF-β1 secara in vitro. Pengukuran apoptosis dilakukan dengan metode Tunel assay sedangkan pengukuran kadar TGF-β1 dilakukan dengan Enzyme linked immunosorbent assay. Eksperimen laboratorium melakukan uji sitotoksisitas terhadap sel fibroblas kulit normal manusia secara in vitro dilakukan dengan spektrofotometer yang menggunakan Dimethyltiazol diphenyil tetrazolium. Analisis data dilakukan secara deskriptif, regresi linear, dan anova satu arah. Hasil: Hasil pemeriksaan terhadap karakteristik simplisia kelopak bunga rosela didapat bahwa kadar air < 10 % (4,66%), sedangkan monografi simplisia kelopak bunga rosela belum terdapat dalam Materia Medika Indonesia. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kelopak bunga rosela mengandung senyawa aktif golongan tanin, flavonoid, steroid/triterpenoid dan glikosida. Hasil uji apoptosis dengan Tunel assay pada kultur sel fibroblas keloid manusia menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela pada kultur sel fibroblas keloid manusia dapat meningkatkan apoptosis. Penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela yang secara berturut-turut adalah 1,96μg/ml, 3,91μg/ml, 7,81μg/ml, 15,63μg/ml, 31,25μg/ml, 62,50μg/ml, 125μg/ml, 250μg/ml, 500μg/ml dan 1000μg/ml dapat meningkatkan apoptosis sebesar 13,22 %, 17,66%, 20,43%, 21,85%, 26,17%, 28,65%, 40,68%, 43,49%, 58,32% dan 71,69%. Uji regresi linear menunjukkan adanya hubungan antara penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela dan peningkatan apoptosis fibroblas keloid manusia (y=20,277+0,060, p<0,001). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela, pada kultur sel fibroblas keloid manusia maka semakin tinggi persentase terjadinya apoptosis (p < 0,05). Pada uji kadar TGF-β1 menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela pada kultur sel fibroblas keloid manusia dapat menurunkan kadar TGF-β1 . Penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela yang secara berturut-turut adalah 1,96μg/ml, 3,91μg/ml, 7,81μg/ml, 15,63μg/ml, 31,25μg/ml, 62,50μg/ml, 125μg/ml, 250μg/ml, 500μg/ml dan 1000μg/ml dapat menurunkan kadar TGF-β1 dari 1072,54 pg/ml yang secara berturut-turut menjadi 741,66pg/ml, 688,98pg/ml, 637,69pg/ml, 638,40pg/ml, 622,94pg/ml, 454,34pg/ml, 353,88pg/ml, 375,66pg/ml, 378,47pg/ml dan 190,20pg/ml. Uji regresi linear menunjukkan bahwa ada hubungan antara penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela dengan penurunan kadar TGF-β1 pada kultur sel fibroblas keloid manusia (y = 659,37 – 0,550, p <0,001). Dengan kata lain semakin tinggi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela pada kultur sel fibroblas keloid manusia, semakin rendah kadar TGF-β1 (p<0,05). Hasil uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela pada kultur sel fibroblas kulit normal manusia dengan kadar berturut-turut 1,96μg/ml, 3,91μg/ml, 7,81μg/ml, 15,63μg/ml, 31,25μg/ml, 62,50μg/ml, 125μg/ml, 250μg/ml, 500μg/ml dan 1000μg/ml menunjukkan viabilitas yang secara berturut-turut adalah 91,4%, 89,4%, 94,7%, 90,2%, 89,0%, 91,6%, 93,2%, 99,2%, 94,9% dan 89,7%. Dengan kata lain , ekstrak kelopak bunga rosela tidak toksik terhadap sel fibroblas kulit normal manusia. Kesimpulan: Hasil uji fitokimia ekstrak kelopak bunga rosela mengandung senyawa aktif golongan tanin, flavonoid, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Ekstrak kelopak bunga rosela dapat meningkatkan apoptosis, sehingga mampu menghambat proliferasi sel fibroblas keloid manusia secara in vitro. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela, semakin tinggi terjadinya apoptosis. Ekstrak kelopak bunga rosela mampu menurunkan kadar TGF-β1 sehingga dapat mengurangi kepadatan sel fibroblas keloid manusia secara in vitro. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela maka semakin rendah kadar TGF-β1 pada kultur sel fibroblas keloid manusia. Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak kelopak bunga rosela tidak toksik terhadap sel fibroblas kulit normal manusia.
Keywords: roselle calyx extract
keloid
phytochemical test
apoptosis
TUNEL assay
measurement of levels of TGF-β1
cytotoxicity test
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64466
Appears in Collections:PD - Pendidikan Doktor

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover660.88 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract548.21 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I550.43 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II927.29 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VI.pdfChapter III-VI1.12 MBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference603.4 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix2.94 MBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.