Show simple item record

dc.contributor.advisorPutranti, Dwi Tjahyaning
dc.contributor.authorWibisono, Muhammad Adji
dc.date.accessioned2017-02-10T02:43:02Z
dc.date.available2017-02-10T02:43:02Z
dc.date.issued2017-02-10
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64163
dc.description120600065en_US
dc.description.abstractGigi tiruan adalah piranti yang dibuat untuk menggantikan gigi dan jaringan lunak disekitarnya yang hilang.Sejak tahun 1940-an, kebanyakan basis gigi tiruan dibuat menggunakan resin polimetil metakrilat.Resin-resin tersebut merupakan plastik lentur yang dibentuk dengan menggabungkan molekul-molekul metil metakrilat multipel.Gigi tiruan resin akrilik selalu berkontak dengan saliva, minuman dan makanan sehingga gigi tiruan merupakan tempat terbentuknya stain, karang gigi dan plak karena kurangnya pemeliharaan kebersihan gigi tiruan resin akrilik. Oleh Karena itu, dokter gigi mempunyai tanggung jawab menginstruksikan agar pasien menjaga kebersihan gigi tiruan rongga mulut setelah pemasangan gigi tiruan. Salah satu cara memelihara kebersihan gigi tiruan adalah dengan menggunakan ekstrak daun sirsak 35%, 45%, 55% dan bahan pembersih gigi tiruan yang ada di pasaran yaitu klorheksidin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak 35%, 45%, 55%, dan klorheksidin 0,2% terhadap jumlah Candida albicans.Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel terbuat dari resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 10x10x1mm sebanyak 30 buah yang dibagi atas 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing 6 buah sampel uji. Masing-masing sampel uji direndam dalam ekstrak daun sirsak 35%, 45%, 55%, klorheksidin 0,2% dan akuades (kontrol) selama 15 menit. Penghitungan koloni Candida albicans dilakukan setelah 0,1 ml suspensi Candida albicans dalam NaCl 0,9% disebarkan secara merata pada Sabouraud Dextrose Agar dengan menggunakan hockey stick yang kemudian diinkubasi selama 48 jam, setelah itu penghitungan jumlah koloni Candida albicans dapat dilakukan secara langsung dengan melihat koloni Candida albicans yang tumbuh pada Sabouraud Dextrose Agar.Jumlah koloni Candida albicans dihitung dalam satuan CFU/ml. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji statistik t tidak berpasangan dan untuk mengetahui perlakuan mana yang memiliki perbedaan yang signifikan antar kelompok digunakan uji LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh perendaman resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun sirsak 35%, 45%, 55% dan klorheksidin setelah dibandingkan dengan akuades (kontrol) terhadap jumlah Candida albicans p=0,001 (p<0,05). Ada perbedaan yang signifikan antara perendaman resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun sirsak 55% setelah dibandingkan dengan klorheksidin 0,2% p=0,046 (p<0,05). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak daun sirsak dan klorheksidin dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas selama 15 menit dalam ekstrak daun sirsak 55% memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan klorheksidin 0,2% dalam menghambat Candida albicans.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKembersihanen_US
dc.subjectBasis Gigi Tiruanen_US
dc.subjectResin Akrilik Polimerisasi Panasen_US
dc.subjectEkstrak Daun Sirsaken_US
dc.subjectKlorheksidinen_US
dc.subjectCandida albicansen_US
dc.titlePengaruh Perendaman Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas Dalam Ekstrak Daun Sirsak Dan Klorheksidin Terhadap Jumlah Candida albicansen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record