Show simple item record

dc.contributor.advisorTarigan, Rasinta
dc.contributor.advisorDennis
dc.contributor.authorZudhistira, Charin
dc.date.accessioned2017-02-01T08:34:33Z
dc.date.available2017-02-01T08:34:33Z
dc.date.issued2017-02-01
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/64020
dc.description120600119en_US
dc.description.abstractPulpa yang teriritasi akan menyebabkan inflamasi dan rasa nyeri. Salah satu penyebab inflamasi pulpa adalah terjadinya perforasi pulpa akibat prosedur iatrogenik. Biodentin yang berbahan dasar kalsium silikat mampu membantu proses penyembuhan pulpa serta mempercepat regenerasi jaringan keras pulpa, namun harganya relatif lebih mahal. Kulit buah manggis dipilih karena diduga memiliki efek antiinflamasi, diduga karena kandungan α-mangostin dan γ-mangostin yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak kulit buah manggis konsentrasi 5% dan 10% dilihat dari penurunan sel radang dan penyembuhannya. Rancangan penelitian ini menggunakan posttest only group design dengan melakukan eksperimen. Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengeringan 1 kg kulit manggis selama satu minggu. Kemudian diperoleh 200 gram simplisia dan diekstraksi dengan etanol 70% selama 2 minggu, lalu diuapkan hingga diperoleh ekstrak. Penelitian dilanjutkan dengan menyediakan sampel berupa 36 gigi yang dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok ekstrak kulit manggis 5%, kelompok ekstrak kulit manggis 10%, kelompok biodentin, dan kontrol negatif, kemudian tiap kelompok dibagi lagi berdasarkan waktu pengamatan (1, 3, dan 7 hari). Pada setiap kelinci, gigi insisivus sentralis atas dan bawah sebanyak 4 buah dilakukan perforasi pulpa, lalu bahan coba diaplikasikan sebanyak 20 mikroliter ke masing masing kavitas gigi, lalu ditumpat RM-GIC. Pada hari ke-1, 3, dan 7 kelinci didekapitasi kemudian gigi kelinci diekstraksi, setelah itu dilakukan persiapan HE dan sel-sel inflamasi dilihat dengan perbesaran 400x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji statistik Kruskal-Wallis Test terdapat perbedaan respons inflamasi yang signifikan pada kelompok ekstrak kulit manggis 10% (P=0,047) antara hari ke-1, 3, dan 7. Sebaliknya pada ekstrak kulit manggis 5% tidak ada perbedaan respons inflamasi yang signifikan (P=0,061). Selain itu berdasarkan hasil uji Mann Whitney Test tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak kulit manggis 5% (P=0,062) dan 10% (P=0,373) terhadap biodentin. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis 10% memiliki efek antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan ekstrak manggis 5%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEkstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)en_US
dc.subjectInflamasi Pulpaen_US
dc.subjectKaping Pulpaen_US
dc.titleEfek Antiinflamasi Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.) Terhadap Gigi Kelinci (Oryctogalus Cuniculus) (Penelitian In Vivo)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record