USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » PhD Dissertations (PD) » Public Health » PD - Ilmu Kesehatan Masyarakat »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/63792


Title: Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Perilaku Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 dan Rumah Tahanan Kelas 1 Medan
Authors: Suryanta, Naik
Advisors: Notoatmodjo, Soekidjo
Marbun, Jaminuddin
Silaban, Gerry
Issue Date: 17-Jan-2017
Abstract: Respiratory tuberculosis is a directly infected disease resulted by a Tuberculosis bacteria (Mycobaderium tuberculosa) contaminated via air (droplet nuclei) when a patient got respiratory tuberculosis make a caught and splattering of saliva containing the bacteria then inhaled by other while taking breath. The factor of knowledge, behave and how to treat in order to prevent the infection and effort to treat for reducing the number of patients shall highly determine the incident of this TB. There are many factors able to accelerate for the infection such as physical condition of environment where patient live. Detention complex is the site where the infection of this TB may increase rapidly due to the physical form of the detention house is made closed and even shortage of lighting. It is unlucky, the condition of mostly detention house poorly cause the increasing number of patient going to run rapidly and this case perhaps may hamper the governmental program and one of the programs well known as MDG. This study was conducted in experimental survey with pre-design and post intervention, aimed to know the influence of counseling intervention over the knowledge, behave and way for prevention and treatment for the TB. The population of this research divided into 2 types they are the preventive group for infection of TB totally 158 respondents and another TB treatment group totally 58 respondents and taking the sample with simple random sampling. In collecting the primary data, in this case there has been distributed questionnaire to those respondents, provided in two times before intervention and after intervention to the experiment group and implementation pre and post without any counseling intervention on the control group. This research indicated a significant different of pre rate and post for knowledge, behave and treatment for the group given intervention of counseling compared the group that given no any intervention. In analyzing the data with chi square test, got a confidence rate of 95%, knowledge in preventive got the relation with the increasing preventive of TB disease with the rate of (p=0.000), the relation of increasing the behave rate ofp = 0.002). But, in this research the counseling give no any influence to the preventive action for the infected of TB disease. It is noted the counseling present an influence hi increasing their knowledge of p = 0.000. the relation of increasing behave is about np = 0.000 and increasing of action noted give a significant influence on the treatment given with 0.004. It is highly recommended to provide counseling persistently and comprehensive with incessantly in order to reduce a number of TB disease. In the way of counseling is preferable with variety and it should be done as simple as possible so the mostly respondent may understand it well. In counseling, it should involved those prisoner that has been trained and also those public figure around those prisoners.
Abstract (other language): Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosa) yang ditularkan melalui udara (droplet nuclei) saat seorang penderita Tuberkulosis Paru batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh orang lain saat bernapas. Faktor pengetahuan, sikap dan tindakan dalam upaya mencegah penularan dan upaya pengobatan untuk mengurangi jumlah penderita sangat menentukan kejadian TB Paru ini. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi percepatan penularan dan penyakit ini seperti misalnya kondisi fisik lingkungan tempat tinggal. Rumah tahanan merupakan tempat dimana penularan TB Paru dapat meningkat cepat oleh karena bentuk fisik rumah tahanan yang dikondisikan tertutup dan pencahayaan yang kurang. Jika pihak rumah tahanan tidak tanggap akan penyebaran TB Paru di rumah tahanan ini dipastikan peningkatan jumlah penderita akan semakin cepat dan ini menghambat program pemerintah dan salah satunya program MDGs. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan racangan pre dan post test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan dan pengobatan TB Paru. Populasi dalam penelitian ini dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu kelompok pencegahan penularan TB Paru yang berjumlah 158 orang dan kelompok pengobatan TB Paru yang berjumlah 58 orang dan pengambilan sampel secara simple random sampling. Kemudian membagi kuesioenr kepada responden yang dilakukan dua kali yaitu sebelum intervensi dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen dan pelaksanaan pre dan post tanpa intervensi penyuluhan pada kelompok kontrol. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan nilai pre dan post untuk pengetahuan, sikap dan tindakan pada kelompok yang diberi intervensi penyuluhan dibanding kelompok yang tidak diberi intervensi. Analisis data dengan uji chi square pada taraf kepercayaan 95%, pengetahuan pencegahan memiliki hubungan dengan peningkatan pencegahan TB Paru dengan nilai (p=0,000), hubungan peningkatan nilai sikap p=0,002). Namun dalam penelitian ini penyuluhan tidak memberi pengaruh terhadap tindakan pencegahan penularan TB Paru. Penyuluhan memberi pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan p=0,000, hubungan peningkatan nilai sikap p=0,000 dan peningkatan tindakan member pengaruh terhadap tindakan pengobatan p = 0,004. Disarankan untuk senantiasa memberikan penyuluhan secara komprehensif dan berkelanjutan demi penurunan jumlah penyakit TB Paru. Pemberian penyuluhan sebaiknya bervariasi dan lebih dilaksanakan dengan cara yang mudah diserap oleh respponden mengingat di rumah tahan karakteristiknya cukup heterogen. Pemberian penyuluhan juga sebaiknya melibatkan narapidana yang sudah dikader.
Keywords: Knowledge
Behave
Respiratory Tuberculosis Act
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/63792
Appears in Collections:PD - Ilmu Kesehatan Masyarakat

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover642.34 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract448.38 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I482.09 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II979.41 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VI.pdfChapter III-VI842.9 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference530.89 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix3.26 MBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.