Show simple item record

dc.contributor.advisorZulkarnain, M.
dc.contributor.authorDevina, Sarah
dc.date.accessioned2017-01-17T02:30:47Z
dc.date.available2017-01-17T02:30:47Z
dc.date.issued2017-01-17
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/63779
dc.description120600074en_US
dc.description.abstractAkurasi dan stabilitas dimensi pada hasil cetakan merupakan hal yang penting dalam keberhasilan pembuatan gigi tiruan selanjutnya. Dalam kedokteran gigi bahan cetak elastomer terutama polivinil siloksan (silikon adisi) merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat cetakan yang akurat terutama dalam pembuatan gigi tiruan cekat. Menurut American Dental Association (ADA) hasil cetakan seharusnya dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan saliva dan darah yang melekat pada hasil cetakan, kemudian didesinfeksi untuk menghindari terjadinya infeksi silang sebelum dikirim ke laboratorium. Bahan kimiawi yang paling sering digunakan sebagai desinfektan adalah sodium hipoklorit. Bahan tradisional dari tanaman Indonesia juga sudah banyak digunakan sebagai desinfektan salah satunya adalah daun sirih. Salah satu metode efektif untuk mendesinfeksi hasil cetakan adalah dengan teknik penyemprotan, yang mempunyai aktivitas antimikrobial yang sama namun menghasilkan perubahan dimensi bahan cetak yang lebih kecil dibanding teknik perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyemprotan rebusan daun sirih 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap perubahan dimensi model fisiologis. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan sampel hasil cetakan elastomer yang telah diisi dental stone tipe IV yang diperoleh dari pencetakan pada model induk yang terbuat dari stainless steel berbentuk 2 mahkota yang telah dipreparasi dengan ukuran tinggi/okluso gingival 8,02 mm, diameter/buko lingual 6,33 mm, jarak antara 2 abutment/inter preparasi 28,25 mm) sebanyak 30 buah yang dibagi atas 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing 10 buah sampel. Setiap sampel dilakukan pengukuran dengan kaliper digital, kemudian dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyemprotan rebusan daun sirih 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap perubahan dimensi model fisiologis namun perubahan dimensi yang terjadi masih dalam batasan yang dapat ditolerir dengan nilai p dilihat dari buko lingual, okluso gingival dan interpreparasi adalah p = 0,0001 (p < 0,05), dan persentase perubahan dimensi dibandingkan dengan model induk kurang dari 0,5%. Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara penyemprotan rebusan daun sirih 25% dan larutan sodium hipoklorit 0,5% pada cetakan elastomer terhadap perubahan dimensi model fisiologis dengan nilai p dilihat dari buko lingual adalah p = 0,897 (p > 0,05), dilihat dari okluso gingival nilai p = 0,723 (p > 0,05) dan dilihat dari interpreparasi nilai p = 0,448 (p > 0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perubahan dimensi yang terjadi masih dalam batas yang dapat ditolerir pada cetakan elastomer yang dilakukan desinfeksi dengan penyemprotan rebusan daun sirih 25% maupun larutan sodium hipoklorit 0,5% sehingga keduanya bisa digunakan sebagai alternatif bahan desinfeksi untuk bahan cetak elastomer.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectDesinfeksien_US
dc.subjectDaun Sirihen_US
dc.subjectSodium Hipokloriten_US
dc.subjectCetakan Elastomeren_US
dc.titlePengaruh Penyemprotan Rebusan Daun Sirih dan Larutan Sodium Hipoklorit pada Cetakan Elastomer Terhadap Perubahan Dimensi Model Fisiologisen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record