USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Medicine » MT - Ilmu Penyakit Dalam »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6331


Title: Prevalensi Penyakit Arteri Perifer Pada Populasi Penyakit Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Medan
Authors: Bistok Sihombing
Advisors: DR Dharma Lindarto, SpPD-KEMD
Issue Date: 20-Sep-2008
Abstract: Latar Belakang Studi epidemiologi Penyakit Arteri Perifer (PAP) pada populasi umum dan pasien diabetes mellitus tipe 2 (DM) sudah sering dilakukan dengan pengambilan sampel dari rumah sakit, namun studi khusus mengenai prevalensi PAP pada penderita DM dengan pengambilan sampel dari puskesmas di Indonesia belum pernah dilakukan. Pada studi Framingham dengan sampel dari rumah sakit prevalensi ini adalah sekitar 20%, pada studi PAD Search di 7 negara Asia sekitar 17%, di Arab Saudi sekitar 61,4%, bervariasinya prevalensi dan belum adanya studi di tingkat Puskesmas membuat hal ini menarik untuk diteliti. Tujuan. Berapa prevalensi PAP pada pasien DM, yang berumur > 50 tahun di Puskesmas di Kota Medan Mengetahui bagaimana hubungan faktor-faktor risiko yang lain seperti hipertensi, dislipidemia dan merokok pada PAP pasien DM. Metoda. Penelitian dilakukan dari bulan januari hingga juni 2008, dengan metoda potong lintang. Jumlah semua penderita DM yang diperiksa adalah 355 orang yang didapat dari 10 Puskesmas yang sebelumnya dipilih acak dari total 39 Puskesmas di Kota Medan. Semua penderita berumur > 50 tahun, dianamnese, dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). DM ditegakkan dengan adanya gejala klinis ditambah dengan satu atau kedua kriteria kadar gula darah (KGD) puasa >126 mg% atau KGD 2 jam PP >200 mg%, telah mengkonsumsi obat oral antidiabetes ataupun bentuk injeksi insulin. Digolongkan PAP bila ABI < 0,9. Penderita ABI >1,3 dikeluarkan dalam analisa untuk hasil penelitian. Hasil. Dari 355 orang, yang memenuhi syarat diteliti 311 orang. Jumlah penderita PAP yang ditemukan adalah 137 orang (prevalensi PAP 44% dengan 95% CI 38,5-49,8). PAP dijumpai paling banyak pada kaki sebelah kiri, dan menurut berat ringannya paling banyak adalah PAP ringan menyusul sedang dan berat, masing masing 81, 76 dan 15 orang. Rerata umur adalah 61,78 ± 8,03, indeks massa tubuh rata-rata 25,31 ± 4,59, lama diabetes diderita rata-rata 5,65 ± 5,90 Kesimpulan Prevalensi PAP di Puskesmas Kota Medan cukup tinggi.
Abstract (other language): Background Epidemiological studies of Peripheral Arterial Disease (PAD) have been conducted in general population also in diabetes mellitus patients which samples taken from hospitalized patients. However, there has not been found epidemiological study of PAD to diabetic patients from Puskesmas based (primary health centre) in Indonesia. From those studies conducted, the prevalence of PAD were 20% from Framingham Study, 17 % from PAD search study, 61,4% from Arabic study. Due to the varied result of those studies, and also there has not been found based Puskesmas study; this is interesting area to be performed. Objective What is the prevalence of peripheral arterial disease of Diabetic patients in Primary Health Centre in Medan To what extent the role of other risk factors which contributed to PAD diabetic patients Method Cross sectional study has been done since January until June 2008. The study conducted to 355 diabetic patients which taken from 10 Primary health centres of 39 total Primary health centre. Off all participants (age at least 50 years) were performed anamneses, physical diagnostic, and a hand held Doppler examination. Diagnose of diabetes mellitus was established by two categories. Firstly, it is from the clinical manifestation and by looking at the level of blood glucose. Fasting (>126mg%, Post Prandial > 200mg %), secondly, patients who consumed oral hypoglycemic agents and insulin injection. PAD was established if the ABI 1,3 was excluded from analyses. Results Of the 355 patients, 311 patients analyzed, there were 137 established as PAD. The Prevalence of PAD was 44%, CI 95% (38,5-49,8). The PAD was found dominantly in the left extremities. Based on severity, the mild PAD was the most common (81 persons, the secondly was the moderate (76 persons) and finally was the worst (severe) 15 persons. The mean age was 61,78 ±8,03, mean BMI was 25,31 ± 4,59, mean duration of diabetes 5,65 ± 5,9 years. Conclusion The Prevalence of PAD in the primary of health centre in Medan is quite high.
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6331
Appears in Collections:MT - Ilmu Penyakit Dalam

Files in This Item:

File Description SizeFormat
08E00385.pdfMaster Theses552.05 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.