Show simple item record

dc.contributor.advisordr. H. Helmi M. Lubis. SpA (K)en_US
dc.contributor.authorRamona Tobingen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:43:18Z
dc.date.available2010-03-19T10:43:18Z
dc.date.issued2008-04-25T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherMas Irwan Syahputraen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6270
dc.descriptionD0300568en_US
dc.description.abstractPrevalens tuberkulosis masih tinggi diantara penyakit - penyakit infeksi dan merupakan tantangan global baik pada anak maupun dewasa. Tuberkulosis anak lebih kurang 5-15% dati seluruh penderita tuberkulosis. Di negara berkembang jumlah penduduk yang sangat rapat, ventilasi tempat tinggal yang kurang baik menyebabkan konsentrasi hasil tuberkulosis menjadi lebih besar dan papatan tubetkulosis lebih sering. Seorang anak dapat menderita tuberkulosis tanpa menjadi sakit, uji tuberkulin positif tanpa ada kelainan klinis, radiologis paru dan laboratorium. Karena itu diagnostik TB pada anak masih menjadi masalah sampai saat ini, Perlu dilakukan uji Mantoux pada anak yang tinggal di daerah resiko tinggi. Uji Mantoux merupakan salah satu metode standar yang efektif untuk mendeteksi dan sebagai skrining orang yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran penularan tuberkulosis pada anak usia 3 bulan - 14 tahun yang tinggal di daerah prevalens tinggi dan rendah tuberkulosis melalui uji Mantoux. Daerah prevalens tinggi adalah Pasar Merah dan prevalens rendah adalah Simalingkar. Metode penelitian memakai uji sekat lintang dengan jumlah sampel 86 orang pada tiap kelompok penelitian. Dilakukan uji mantoux memakai PPD 5 TU dengan suntikan intradermal pada volar lengan bawah kiri. Pembacaan hasil uji Mantoux dilakukan 72 jam sesudah penyuntikan. Dikatakan positif jika diameter indurasi > 10mm pada anak yang belum mendapat imunisasi BCG dan > 15 mm pada anak yang sudah mendapat imunisasi BCG. Hasil uji Mantoux positif di Pasar Merah adalah 24 (24,99%) dan di Simalingkar adalah 14 (14,5%) dan didapati perbedaan yang bermakna (p<O,05). Untuk besar indurasi < 15 mm pada daerah prevalens tinggi lebih banyak pada anak usia 5 tahun - 14 tahun, demikian juga didaerah prevalens rendah.en_US
dc.description.abstractThe prevalence of tuberculosis is still high among infectious diseases and appears to be a global challenge to children as well as to adults. In developing countries with very dense populations, where ventilation of homes is insufficient causes an increase of the tuberculosis bacillus and tuberculosis appearing more often. A child can have tuberculosis without becoming ill, a positive tuberculin test without clinical signs, radiological and laboratory changes. Because of this, TB diagnosis of children remains still problem up to the present time. The Mantoux should be performed on children living in high risk areas. The Mantoux test is one of the effective standard methods to detect TB and as a screening for people infected by Mycobacterium tuberculosis. The purpose of this study to compare the transmission of tuberculosis on children between the age of 3 months and 14 years who live in an are which a high prevalence of tuberculosis and an area which a low prevalence of tuberculosis by performing the Mantoux test. The area with a high prevalence was Pasar Merah and the area with a low prevalence was Simalingkar. The method was a cross sectional study with a sample of 86 people for each study group. The Mantoux test was conducted using PPD 5 TV made in Biofarma Bandung BATCH 660032 Reistration number GKL 8502903343 AI by intradermal injection on the volar area of the left arm. Reading was carried out after 72 hours of the injection. Mantoux test was said positive if the induration of diameter was > 10 mm on children who have not got BCG vascination,> 15 mm on children who have been BCG vaccinated. The result of the positive Mantoux test at the Pasar Merah area was 24 (24,99%) and at the Simalingkar area 14 (14,5 %). The difference was significant (p 15 mm, while at the area of low prevalence an induration also of > 15 mm children 5 - 14 years.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectperbandingan hasil uji mantouxen_US
dc.subjectanak usia 3 bulan -14 tahunen_US
dc.subjectdaerah prevalens tinggien_US
dc.subjectprevalens rendahen_US
dc.titlePerbandingan Hasil Uji Mantoux Pada Anak Usia 3 Bulan - 14 Tahun Di daerah Prevalens Tinggi Dan Prevalens Rendahen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record