Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Nurlisa
dc.contributor.authorManurung, Roger Verdon
dc.date.accessioned2016-11-07T03:22:43Z
dc.date.available2016-11-07T03:22:43Z
dc.date.issued2016-11-07
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/62522
dc.description120406081en_US
dc.description.abstractNorth Sumatra province has a lot of potential for tourism. Lake Toba became one of the favored tourist destinations of the top ten tourist destinations in Indonesia. Culture and nature is one of the elements that became Lake Toba tourist magnet. Lake Toba as the world's largest caldera lake is proposed as the world's geological heritage .This intended to develop tourism, preserving the culture and to make Lake Toba as a tourism based on geopark by designing a Resort Hotel. Resort is a planned place that provides lodging and recreation. The location is in the design of Tongging village, Karo District. The theme that is applied is the Vernacular Architectural Karo. Vernacular Architecture Karo is expected to preserve their culture and maintain local wisdom. The research method using qualitative research methods.. The classification of hotel is a four star hotel. Number of rooms is 115 rooms with 5 types different rooms.en_US
dc.description.abstractProvinsi Sumatera Utara memiliki banyak potensi pariwisata. Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan dari sepuluh destinasi wisata di Indonesia. Budaya dan alam adalah salah satu elemen pariwisata Danau Toba yang menjadi magnet wisatawan. Danau Toba sebagai danau kaldera terbesar di dunia diajukan sebagai warisan geologi dunia .Tujuan perancangan adalah untuk mengembangkan pariwisata ,melestarikan budaya serta menjadikan Danau Toba sebagai pariwisata berbasis geopark dengan merancang Hotel resort. Resort adalah sebuah kawasan yang terencana yang menyediakan tempat penginapan dan rekreasi. Lokasi perancangan berada di desa Tongging, Kabupaten Karo. Tema yang diterapkan adalah Arsitektur Vernakular Karo. Arsitektur Vernakular Karo diharapkan dapat melestarikan kebudayaan Karo serta menjaga kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Klasifikasi hotel yang dirancang adalah hotel bintang empat. Jumlah kamar adalah 115 kamar dengan 5 tipe kamar yang berbeda-beda.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectLake Tobaen_US
dc.subjectGeoparken_US
dc.subjectTourismen_US
dc.subjectRural Tongging Karoen_US
dc.subjectHotel Resorten_US
dc.subjectVernacular Architectureen_US
dc.titleTaneh Tongging Hotel Resort dengan Konsep Arsitektur Vernakularen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record