Show simple item record

dc.contributor.advisorArifin, Hasanul
dc.contributor.advisorLubis, Asmin
dc.contributor.authorLesmana, M. Winardi S
dc.date.accessioned2016-10-20T08:12:21Z
dc.date.available2016-10-20T08:12:21Z
dc.date.issued2016-10-20
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/62112
dc.description107114009en_US
dc.description.abstractTujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara alternatif untuk mempercepat mula kerja atracurium dalam keadaan terbatasnya ketersediaan rocuronium. Metode: Uji klinis tersamar ganda terhadap 42 peserta uji usia 21-60 tahun, PS ASA 1 dan 2, index massa tubuh 18,5-28 kg/m2, yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum intubasi endotrakea di RSUP H. Adam Malik Medan. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing terdiri dari 21 orang. Kelompok 1 mendapat perlakuan penambahan efedrin 75 μg/kg BB iv sebelum atracurium 0,5 mg/kg BB iv tehnik priming. Kelompok 2 mendapat perlakuan pemberian rocuronium 1 mg/kg BB iv yang berperan sebagai kelompok kontrol. Kedua grup diinduksi dengan fentanyl 2 μg/kg BB iv dan propofol 2 mg/kg BB iv. Pencatatan waktu mula kerja dengan menggunakan TOF-watch sampai nilai TOF<2. Analisa statistik dengan menggunakan software pengolahan data statistik, interval kepercayaan 95% dan hasil dianggap bermakna bila nilai p<0,05. Hasil: Didapati rerata waktu mula kerja kelompok priming atracurium yang mendapatkan efedrin sebelumnya adalah 74,33 detik (SB 14,94) versus kelompok rocuronium 61,95 detik (SB 24,48) dengan nilai p=0,097. Kesimpulan: Penambahan efedrin 75 μg/kg BB iv dapat mempercepat waktu mula kerja atracurium 0,5 mg/kg BB iv tehnik priming. Akan tetapi secara klinis tidak lebih cepat daripada rocuronium 1 mg/kg BB iv walaupun secara statistik perbedaan tersebut tidak bermakna.en_US
dc.description.abstractObjectives: The objective of this study is to obtain an alternative to accelerate the onset time of atracurium in setting of limited availability of rocuronium. Method: A double-blind randomized clinical trial of the 42 participants aged 21-60 years old, PS ASA 1 and 2, BMI 18,5-28 kg/m2, underwent elective surgery with general anesthesia endotracheal intubation at RSUP H. Adam Malik Medan. Samples were divided into 2 groups consisting 21 each. Group 1 received ephedrine 75 μg/kg before administration of priming atracurium 0,5 mg/kg. Group 2 received administration of rocuronium 1 mg/kg which acts as control group. Both groups received fentanyl 2 μg/kg and propofol 2 mg/kg as induction agents. Recording the onset time using TOF-Watch until the value of TOF<2. The data analyzed using statistical data processing software, confidence intervals 95%, and the results are considered significant if p<0,05. Result: The mean onset time of priming atracurium that received ephedrine was 74,33 seconds (SD 14,94) versus rocuronium 61,95 second (SD 24,48) with p=0,097. Conclusion: The addition of ephedrine 75 μg/kg can accelerate the onset time of priming atracurium 0,5 mg/kg. But clinically slower than rocuronium 1 mg/kg although the difference was statistically insignificant.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEfek Penambahan Efedrin HCl 75 μg/kg BB IVen_US
dc.subjectMula Kerja Atracurium Besylate 0,5 mg/kg BB IV Tehnik Priming Dibandingkan dengan Rocuronium Bromida 1 mg/kg BB IVen_US
dc.subjectAnestesi Umum Intubasi Endotrakeaen_US
dc.titleEfek Penambahan Efedrin HCl 75 μg/kg BB IV Terhadap Mula Kerja Atracurium Besylate 0,5 mg/kg BB IV Tehnik Priming Dibandingkan dengan Rocuronium Bromida 1 mg/kg BB IV pada Tindakan Anestesi Umum Intubasi Endotrakeaen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record