USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » PhD Dissertations (PD) » Humanities » PD - Linguistics »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/60736


Title: Fonologi Bahasa Gayo: Suatu Analisis Fonologi Generatif
Authors: Shaumiwaty
Advisors: Sibarani, Robert
Chaiyanara, Paitoon M
T. Syarfina
Issue Date: 30-Aug-2016
Abstract: The title of this study is Gayo Language phonology: A Generative phonological Analysis. This Study is empoyed generative phonology approach by Chomsky and Morris Halle (1968) developed by Schane (1973) has translated both in Indonesian and Malaya (1992). This type of Gayoness is usually used by “urang Gayo” community, Aceh Provinsi, as informal and minority language in the environment of Acehnese society among Acehnese as the majority and Bahasa Indonesia as the national language. There were five research questions to be answered in this study such as how is the segmen realization of Gayo morphemes, both in phonemic and phonetic level?, how is the distinctive features and the redundant rules of Gayo language?, how is canonic pattern and the morphemic structure of Gayo language?, how is the process and phonologycal rules of Gayo language ?, how is orthographic system of Gayo language? The purpose of this study was to describe the segmen realization of Gayo morphemes, both in phonemic and phonetic level, to describe the distinctive features and the redundant rules of Gayo language, to describe canonic pattern and the morphemic structure of Gayo language, to describe the process and phonologycal rules of Gayo language, to know orthographic system of Gayo language. By using the descriptive method, field-work linguistic method, a library research and analysis, supported by IPA phonetic, and it is also supported by recording technique, elisitation technique, note taking. The result of this study showed that Gayo language has six vowels both phonemically and phonetically including [i, u, e, , o, a, , , , ] and 18 phonemic consonant /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w/ that are completely distributed in any position, except /c, j, , y, w/ that are only occured in the beginning and the middle of moephrme. It need 15 distictive features, and need 360 features and 136 redundant rules. There are 4 canonic pattern of morpheme and including of pattern in root morpheme are 24 pattern. This research was finding 11 rules of phonological process. Gayo language uses Latin alphabets because it does not have ortographic system /i, e, u, o, , a/ [i, e, u, o, , a] are written as /i, e, u, o, , a/ [i, e, u, o, , a], for vocal segmen /, , , , / [, , , , ] are written by using letters e, i, u, o.consonant / p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w / [ p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w] are written by using letters /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y, w/ [p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y, w]. Key words : phonology, generative, Gayo language, sound
Abstract (other language): Kajian ini memilih judul Fonologi Bahasa Gayo: Suatu Analisis Fonologi Generatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori Fonologi generatif yang di gagas oleh Chomsky (1957) kemudin di kembangkan Chomsky dan Moris Halle (1968) di adaptasi oleh Schane (1993) telah diterjemahkan kedalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Bahasa Malaysia (1992). Bahasa Gayo ini digunakan oleh komunitas “urang Gayo” Provinsi Aceh sebagai bahasa minoritas di dalam lingkungan bahasa Aceh sebagai bahasa mayoritas masyarakat Aceh dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Ada lima masalah yang akan diberikan jawabanya dalam kajian ini. Masalahnya adalah : bagaimanakah realisasi segmen asal dari morfem-morfem bahasa Gayo, baik pada tataran fonemis maupun pada tataran fonetis?, bagaimanakah ciri-ciri pembeda dan kaidah redundansi bahasa Gayo?, bagaimanakah pola kanonik suku kata dan syarat struktur morfem bahasa Gayo, bagaimanakah proses dan kaidah fonologis dalam bahasa Gayo?, dan bagaimanakah penetapan ortografi bahasa Gayo? Secara khusus kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi segmen asal dari morfem-morfem bahasa Gayo, baik pada tataran fonemis maupun pada tataran fonetis, mendeskripsikan ciri-ciri pembeda dan kaidah cirredundansi bahasa Gayo, mendeskripsikan pola kanonik suku kata dan syarat struktur morfem bahasa Gayo, mendeskripsikan proses dan kaidah fonologis dalam bahasa Gayo dan menetapkan ortografi bahasa Gayo. Kajian ini menggunakan metode deskriptif dengan bantuan metode linguistik lapangan, kepustakaan serta analisis didukung oleh tulisan fonetik IPA, dan teknik pengumpulan data didukung oleh teknik elisitasi, perekaman, dan pencatatan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa bahasa Gayo memiliki 6 segmen vokal fonemis /i, u, e, , o, a/ dan memiliki realisasi fonetik [i, u, e, , o, a, , , , ]. konsonan bahasa Gayo ditemukan sebanyak 18 buah, yaitu /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w/. memiliki distribusi yang lengkap, yaitu dapat menduduki posisi awal, tengah dan akhir kata. Segmen konsonan /c, j, , y, w/ hanya dapat menduduki posisi awal dan tengah kata. Diperlukan 15 ciri-ciri pembeda, segmen yang digambarkan sebanyak 24 buah, sehingga penggambaran keseluruhan segmen tersebut memakai 360 fitur. ditemukan 136 kaidah redundansi yang bisa digabung-gabungkan, sehingga menjadi 38 kaidah. Analisis pola kanonik suku kata dan persyaratan struktur morfem bahasa Gayo memiliki pola suku kata margin tunggal, yaitu V, KV, VK dan KVK. Pola morfem pangkal asal ditemukan dalam 24 macam, yaitu pola satu sukukata dalam 4 macam, dua sukukata dalam 11 macam, tiga sukukata 6 macam, dan empat sukukata 3 macam. Ditemukan 11 kaidah fonologi yang berguna untuk menjelaskan proses fonologi yang terjadi. Kaidah formulasi palatalisasi semivokal [y] dan [w], kaidah formulasi penggantian konsonan [k], kaidah formulasi penggantian konsonan [b], kaidah formulasi pelesapan konsonan [h], kaidah formulasi pelesapan vokal [], Kaidah formulasi penaksuaraan konsonan hambat, kaidah pengenduran vokal dan penempatan tekanan dalam bahasa Gayo. bahasa Gayo tidak mempunyai sistem tulisan tersendiri maka digunakan huruf latin, yaitu /i, e, u, o, , a/ [i, e, u, o, , a] ditulis dengan i, e, u, o, , a. untuk segmen vokal /, , , , / [, , , , ] ditulis dengan huruf e, i, u, o. untuk segmen konsonan / p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w / [ p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, , , l, r, y, w] ditulis dengan huruf /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y, w/ [p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y, w] Kata kunci : Fonologi, Generatif, Bahasa Gayo, bunyi
Keywords: Fonologi
Generatif
Bahasa Gayo
bunyi
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/60736
Appears in Collections:PD - Linguistics

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover763.33 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract693.11 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapterI564.03 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapterII929.92 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-IX.pdfChapter III-IX1.37 MBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference590.36 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix688.32 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.