Show simple item record

dc.contributor.advisorMuchtar, Muhizar
dc.contributor.advisorHeniwaty, Yusnizar
dc.contributor.authorShalihat, Hilma Mithalia
dc.date.accessioned2016-07-14T04:26:11Z
dc.date.available2016-07-14T04:26:11Z
dc.date.issued2016-07-14
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/60045
dc.description117037002en_US
dc.description.abstractThis study aims to find out the history, structure and meaning of the Barong Dance Banjar Banjar community marriage ceremony in the village of Tanjung Ibus Secanggang Langkat. Dance at Banjar community is one of the inherited culture of his ancestors. Dance at wedding ceremonies are performed entourage groom who bride. Banjar Barong Dance is a dance presented by dancers at a ceremony associated with the commemoration of the life stages, such as the wedding ceremony. This dance serves as a ritual in Banjar people's lives in the village of Tanjung Ibus, Secanggang, Langkat. Banjar Barong Dance is a dance presented by dancers at a ceremony associated with the traditional wedding ceremony. Banjar Barong event is made, if one of the brides dream that organized the event Barong ie Indarok Head of / Head of a dragon. So after the bride's dream, to be held ceremonies and wedding wear the Head of Indarok. If not done, the family will get a disaster or a disease. In the event there Banjar Barong dance possessed by the spirits of past ancestors. Dancers not been specifically but chosen by the spirit - the spirit of the ancestors. Dancers must be people who bleed Banjar who have hereditary follow the traditional Barong Banjar. People who danced this dance expression there are sad, happy or excited, and angry. According to legend, Banjar Barong dance originated from the story of the wedding of Princess uphold Froth with child of the King of Majapahit. The lady who gave birth to the Banjar is still customary to know Banjar. History and Barong dance performance Banjar is a unity that must be understood by the dancers. At the presentation of the Barong dance Banjar in marriage ceremonies consists of six varieties, ie the range of motion limbai, kale limbai, lontang, grandiose axis fly, Surefire pedestal, and sit cross-legged. Accompanying music is drum, violin, and gongs are played by men hats as a marker of Muslim musicians. Therefore, dancer wearing makeup simple and veiled with white clothes color as a sacred symbol / hygiene and unseen; red symbol of the courage; and, as a form of clothing yellow A prince and princess who gave birth to the Banjar on the island of Borneo.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan makna Tari Barong Banjar pada upacara perkawinan masyarakat Banjar yang ada di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Penelitian Tari Barong Banjar dilakukan dengan menggunakan metode peelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Barong Banjar pada saat penelitian dilakukan. Berdasarkan bentuk penyajian tari ini, maka akan dideskripsikan makna gerakan tari yang melatarbelakangi gerakan tari sesuai dengan adat suku Banjar. Dengan teori struktur da morfologi yaitu kajian struktur akan dilihat dari hubungan tari yang ditampilkan pada upacara perkawinan, sedangkan morfologi akan dianalisis dari gerak, property, musik, busana dan kelengkapan lainnya. Dan dengan menggunakan teori semiotic yang berdasarkan dari segi tiga makna, terdiri dari tiga elemen yakni tanda (sign), object dan interpretant. Di artikan dengan Simbol ( tanda yang muncul dari kesepakatan), ikon ( tanda yang muncul dari perwakilan fisik) dan indeks ( tanda yang muncul dari hubungan sebab-akibat). Pada proses penyajian tari dan persiapan sebelum membawakan tari. Merupakan rentetan aplikasi dari cara menyajikan tari, tahapan penyajian, dan waktu penyajian. Sedangkan persiapan merupakan seluruh perlengkapan. Bentuk gerakan ini sebagai iti dari bentuk penyajian tari. Tari pada masyarakat Banjar merupakan salah satu budaya yang diwariskan para leluhurnya. Tari pada upacara adat perkawinan yang dibawakan rombongan pengantin laki-laki yang mengarak pengantin. Tari ini berfungsi sebagai upacara ritual dalam kehidupan masyarakat Banjar di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.Tari Barong Banjar merupakan tari yang disajikan oleh penari pada upacara yang berkaitan dengan upacara adat perkawinan. Acara Barong Banjar ini dibuat, jika salah satu dari pengantin bermimpi agar diselenggarakan acara Barong yaitu Kepala Indarok / Kepala naga. Maka setelah si pengantin bermimpi, harus diselenggarakan upacara adat dan pesta perkawinan memakai Kepala Indarok tersebut. Jika tidak dikerjakan, keluarga akan mendapat musibah atau suatu penyakit . Di acara Barong Banjar terdapat tarian yang dirasuki oleh roh-roh nenek moyang terdahulu. Penari bukan dipilih khusus melainkan dipilih oleh roh – roh nenek moyang tersebut. Penari harus orang yang berdarah Banjar yang telah turun temurun mengikuti adat Barong Banjar. Orang yang menarikan tari ini ekspresinya ada yang sedih, senang atau gembira, dan marahPada penyajian tari Barong Banjar dalam upacara perkawinan terdiri dari enam ragam, yaitu gerak limbai kisar, kangkung limbai, lontang, terbang paksi muluk, ayal alas, dan duduk bersila.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectHead of Indaroken_US
dc.subjectBarong Banjaren_US
dc.subjectWedding Ceremoniesen_US
dc.titleKajian Struktur dan Makna Tari Barong Banjar pada Upacara Perkawinan Masyarakat Banjar di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkaten_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record