USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » PhD Dissertations (PD) » Medicine » PD - Pendidikan Doktor »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/57780


Title: Deteksi Rotavirus dan Karakterisasi Gen Nonstruktural NSP4 Rotavirus Sebagai Enterotoksin Virus Yang Menginduksi Terjadinya Invaginasi Pada Anak
Authors: Nasution, Iqbal Pahlevi Adeputra
Advisors: Soenarto, Srisupari Yati
Issue Date: 1-Apr-2016
Abstract: Background Invagination is a disease in children which require emergency action. Factors associated with the occurrence of invagination during this time can not be determined exactly because 95% of the cause of invagination is unknown (idiopathic) another 5% is caused by rotavirus as one of the risk factors for invagination. Objective To determine the differences of the role of non structural protein (NSP4) rotavirus in the group of patients with invagination and the group of patients with diarrhea. Methods After obtaining approval from the Ethics Committee of the Faculty of Medicine, North Sumatera University, the parents of the patients were given a detailed explanation of the purpose/benefits of research, and research consent form. Stool examination in patients with invagination and diarrhea were performed. Fecal samples are then examined in the laboratory by PCR to determine the presence of rotavirus on the stool, after that, sequencing of the positive rotavirus proteins is performed. Results Based on the amount, there are as much as boys as 69.1%, while the other 30.9% are girls. About 50.9% of the patients are well nourished and the highest rate is 40% of the Batak tribe, the average age of the respondents are 6.6 months. Analysis using chi square test has found a significant association between nutritional status and occurrence of invagination in pediatric patients (p = 0.034. Value OR obtained was 1.542 (95% CI 1.074 to 2.214). From the analysis using Fisher's exact test discovered a significant value between tribes and invagination in pediatric patients (p = 0.049). Values obtained is OR 1.357 (95% CI 1.037 to 1.776). Using the chi-square test, a significant relationship is obtained between the presence of Universitas Sumatera Utara rotavirus in feces and invagination (p = 0.004) with OR 1.848 (95% CI 1.172 to 2.915). By using the Fisher's exact test, there is no significant association between the presence of rotavirus in the feces and the type of invagination (p = 0.640).
Abstract (other language): Latar Belakang Invaginasi adalah suatu penyakit pada anak yang memerlukan tindakan emergensi. Faktor-faktor yang dihubungkan dengan terjadinya invaginasi selama ini belum dapat ditentukan secara pasti karena 95% penyebab terjadinya invaginasi tidak diketahui (idiopatik), 5% karena kausal dan rotavirus diperkirakan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya invaginasi. Tujuan Untuk mengetahui perbedaan peranan protein nonstruktual NSP4 rotavirus pada kelompok pasien dengan invaginasi dan pada kelompok pasien dengan diare. Metode Setelah mendapatkan persetujuan dari Komite Etik Fakultas Kedokteran USU, kepada orangtua pasien diberikan penjelasan terperinci tentang tujuan/manfaat penelitian, dan diberikan lembar persetujuan penelitian. Dilakukan pemeriksaan feses pada kelompok pasien dengan invaginasi dan kelompok pasien dengan diare. Sampel feses daiperiksa di laboratorium dengan metode PCR untuk menentukan apakah pada feses terdapat rotavirus, setelah itu dilakukan Sequencing terhadap protein rotavirus yang positif. Hasil Berdasarkan Jumlah anak laki-laki sebanyak 69,1% sedangkan anak perempuan 30,9%. Kebanyakan pasien anak dengan gizi baik sebanyak 50,9% dan suku terbanyak adalah suku Batak 40%, usia responden rerata pada usia 6.6 bulan. Dari hasil analisis menggunakan uji chi square ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan terjadinya invaginasi pada pasien anak (p=0,034. Nilai OR yang diperoleh adalah 1,542 (95% IK 1,074 – 2,214). Dari hasil analisis menggunakan uji Fisher’s exact ditemukan hubungan yang signifikan antara suku dengan terjadinya invaginasi pada pasien anak (p=0,049). Nilai OR yang diperoleh adalah 1,357 (95% IK 1,037 – 1,776). Menggunakan uji chi square ditemukan hubungan yang signifikan keberadaan rotavirus dalam feses terhadap kejadian invaginasi (p=0,004) dengan nilai OR 1,848 (95% IK 1,172 – 2,915). Dengan menggunakan uji Fisher’s exact tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara keberadaan rotavirus dalam feses terhadap tipe invaginasi (p=0,640).
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/57780
Appears in Collections:PD - Pendidikan Doktor

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover1.2 MBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract656.46 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I669.37 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II1.48 MBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VI.pdfChapter III-VI1.08 MBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference822.22 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix6.93 MBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.