Show simple item record

dc.contributor.advisorFikri, Erjan
dc.contributor.authorDamanik, Boyke
dc.date.accessioned2016-03-23T04:51:10Z
dc.date.available2016-03-23T04:51:10Z
dc.date.issued2016-03-23
dc.identifier.otherlili nasution
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/57573
dc.description117102008en_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Apendisitis adalah kejadian tersering pada kasus akut abdomen yang paling banyak dijumpai pada anak-anak dengan perbandingan antara laki-laki dan perempuan 3:2 dan puncak kejadian apendisitis pada usia 10-12 tahun. Fekalit adalah penyebab paling banyak pada sepertiga pencetus kejadian apendisitis. Oleh karena itu peneliti bermaksud melihat apakah faktor resiko pola diet serat mempengaruhi angka kejadian apendisitis,khususnya di RSUP H. Adam Malik Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional study secara analitik,dilakukan di Departemen Ilmu Bedah Anak RSUP H.Adam Malik Medan selama periode Januari sampai Desember 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita apendisitis yang telah dilakukan apendektomi di RSUP H. Adam Malik Medan pada kurun waktu Januari sampai Desember 2014 yang memenuhi Kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Dari 35 pasien anak dengan apendisitis,22 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Rerata usia penderita apendisitis adalah 11,89 tahun dengan usia termuda 3 tahun. Laparotomi merupakan tindakan yang paling banyak dilakukan sebanyak 19 orang (54,3%). Sebagian besar subyek penelitian mengkonsumsi diet rendah serat sebanyak 19 subyek (73,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara rendah serat dengan kejadian apendisitis dengan nilai p=0,0001 Kesimpulan: Berdasarkan penelitian didapatkan hubungan yang signifikan antara pola diet rendah serat dengan kejadian apendisitis dengan nilai p=0,0001. Dari 19 subyek yang mengkonsumsi rendah serat terdapat 73,7% mengalami apendisitis akuten_US
dc.description.abstractBackground: Apendicitis was the most evidence for acute abdomen cases with incidence for child compare between man and woman 3:2 and peak incidence 10-12 years old. Fecalit is the most cause related to apendicities about one third from all apendicities. According to that case, author want to analyse correlation dietary fiber with apendicities cases number,especially in RSUP H. Adam Malik Medan. Methods: This study is a cross-sectional study with analytic design,carried out at the Department of Pediatric Surgery H. Adam Malik Hospital during the period January to December 2014. Population in this study were all apendicities patients admitted to the H. Adam Malik hospital Medan where approved inclusion and exclusion criteria. Results: Of the 35 cases encountered apendicities,22 are boys and 13 are girls. Mean age patient is 11,89 years old with the younger age is 3 years old. Laparotomi is the most operate the patient with apendicities 19 child (54,3%). Most of patients are with low dietary fiber 19 subject (73,7%). Analitic result shows that there is significant correlation between low dietary fiber with apendicities case number, statistically p=0,0001. Conclusion: from the study we can found significany relationship between low dietary fiber with apendicities case number,statistically p value=0,0001. From 19 subject there were 73,7% with low dietary fiber got acute apendicitiesen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectApendisitisen_US
dc.subjectpola diet seraten_US
dc.titleHubungan Antara Pola Diet Serat Pada Anak Dengan Angka Kejadian Apendisitis Di RSUP H. Adam Malik Medanen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record