Show simple item record

dc.contributor.advisorRujiman
dc.contributor.authorPutra, Nopiansyah
dc.date.accessioned2016-03-14T13:47:40Z
dc.date.available2016-03-14T13:47:40Z
dc.date.issued2016-03-14
dc.identifier.otherlili nasution
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/57282
dc.description127018015en_US
dc.description.abstractThe objective of the study was to evaluate the level of regional imbalances along the west coast and the east coast of North Sumatera, to determine the leading sectors (based and non-based), and to analyze the influence of the variables of population, PDRB, government’s expenditures, and agglomeration on regional imbalances by using panel data in the period of 2001-2013. The study used Williamson Index, Location Quotient, and regression analysis with panel data. The result of the study showed that the east coast had higher imbalanced index than that of the west coat. Medan had the biggest (0.55) Williamson Index which indicated the highest regional imbalance and had the most leading sectors (six leading sectors). The best model in the study used Fixed Effects Model (FEM) in analyzing regional imbalance. Based on the result of the estimation in the west coast and the east coast, it was found that the variables of population, PDRB, and agglomeration had positive and significant influence on regional imbalance. The variable of government’s expenditures had negative nut significant influence on regional imbalance in the west coast and in the east coast at α = 5%. Based on the result of the estimation of the study on the west coast, it was found that the variable of population had positive influence and PDRB had negative and significant influence, while government’s expenditures and agglomeration had positive but insignificant influence on regional imbalance in the west coast at α = 5%. The result of the estimation in the east coast, it was found that the variable of PDRB had positive influence and the variable of government’s expenditures had negative but significant influence, while the variable of population had negative influence and the variable of agglomeration had positive and insignificant influence on regional imbalance in the east coast of North Sumatera at α = 5%.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat ketimpangan wilayah diwilayah Pesisir Pantai Barat dan Pesisir Pantai Timur Sumatera Utara, menetukan sektor unggulan (basis dan non basis) serta menganalisis pengaruh variabel Jumlah Penduduk, PDRB, Pengeluaran Pemerintah dan Aglomerasi terhadap ketimpangan wilayah dengan menggunakan data panel dalam kurun waktu 2001-2013. Dalam penelitian ini menggunakan Indeks Williamson, Location Quotient, dan analisis regresi dengan data panel dalam menganalisis ketimpangan wilayah. Hasil penelitian ini menunjukan diwilayah Pesisir Pantai Timur memiliki indeks ketimpangan yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan wilayah Pesisir Pantai Barat. Kota Medan memiliki Indeks Williamson terbesar sebesar 0,55, yang tergolong ketimpangan wilayah yang tinggi serta memilki sektor unggulan terbanyak sebanyak 6 sektor unggulan. Model terbaik dalam penelitian ini menggunakan metode Fixed Effects Model (FEM) dalam menganalisis ketimpangan wilayah. Berdasarkan hasil estimasi diwilayah Pesisir Pantai Barat dan Pesisir Pantai Timur, variabel jumlah penduduk, PDRB, dan aglomerasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan wilayah, Sedangkan variabel pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan pada α = 5% terhadap ketimpangan wilayah di Pesisir Pantai Barat dan Timur Sumatera Utara. Berdasarkan hasil estimasi, penelitian diwilayah Pesisir Pantai Barat menunjukan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan PDRB berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan pengeluaran pemerintah dan aglomerasi berpengaruh positif dan tidak signifikan pada α = 5% terhadap ketimpangan diwilayah Pesisir Pantai Barat Sumatera Utara. Sedangkan hasil estimasi diwilayah Pesisir Pantai timur, variabel PDRB berpengatuh positif dan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel jumlah penduduk berpengaruh negatif dan aglomerasi berpengaruh positif dan tidak signifikan pada α = 5% terhadap ketimpangan wilayah diwilayah Pesisir Pantai Timur Sumatera Utaraen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKetimpangan Wilayahen_US
dc.subjectLocation Quotient (LQ)en_US
dc.subjectPDRB Perkapitaen_US
dc.subjectJumlah Penduduken_US
dc.titleAnalisis Ketimpangan Wilayah Di Pesisir Pantai Barat Dan Pesisir Pantai Timur Sumatera Utaraen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record