Show simple item record

dc.contributor.advisorNasution, Ikhwanuddin
dc.contributor.authorElina
dc.date.accessioned2016-01-15T07:27:20Z
dc.date.available2016-01-15T07:27:20Z
dc.date.issued2016-01-15
dc.identifier.otherlili nasution
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/55186
dc.description110701025en_US
dc.description.abstractNovel Senja Kaca karya Almino Situmorang merupakan sebuah karya fiksi yang mengangkat kebudayaan masyarakat Batak Toba. Cerita yang diangkat dalam novel ini adalah padan marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terjadinya padan marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali serta keuntungan dan kerugian padan bagi marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali di dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan novel sebagai data primer dan informan sebagai data sekunder kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metode deskriptif dan metode hermeneutika untuk mendeskripsikan proses terjadinya padan marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali serta keuntungan dan kerugian yang dialami oleh kedua marga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menurut novel Senja Kaca dan Informan dapat disimpulkan bahwa padan yang terjadi antara Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali berawal dari pertukaran anak yang dilakukan oleh kedua istri dari Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali yang sama-sama mengandung dan melahirkan anak. Pertukaran anak itu terjadi tanpa sepengetahuan kedua suami mereka. Istri Nainggolan Parhusip menukarkan anak (laki-laki) kepada istri Siregar Silali dan istri Siregar Silali menukarkan boru (anak perempuan) kepada istri Nainggolan Parhusip. Ketika suami mereka tahu bahwa anak mereka telah ditukar maka terucaplah sebuah janji atau dalam bahasa Batak disebut dengan padan. Padan juga menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali. Keuntungan padan bagi marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali adalah bahwa padan menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang yang begitu besar karena mereka telah sah menjadi seorang saudara yang saling membantu, mengasihi, dan menyayangi. Selain keuntungan, padan juga memiliki kerugian bagi Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali. Kerugian padan bagi marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali adalah bahwa mereka tidak bisa berpacaran, tidak bisa melakukan hubungan kontak fisik, tidak bisa saling mencintai, dan tidak bisa menikah. Sampai saat ini marga Nainggolan Parhusip dan Siregar Silali tidak pernah ada yang menikah karena hal itu memang tidak boleh terjadi di antara merekaen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMargaen_US
dc.subjectpadanen_US
dc.subjectpertukaran anaken_US
dc.titlePadan Marga Batak Toba dalam Novel Senja Kaca Karya Almino Situmorang: Tinjauan Antropologi Sastraen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record