Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Runtung Sitepu, S.H., M.Humen_US
dc.contributor.authorDarma Indo Damaniken_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:36:23Z
dc.date.available2010-03-19T10:36:23Z
dc.date.issued2008-04-24T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherRenny Widiastutien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5448
dc.description06000176en_US
dc.description.abstractIn practice of society life especially civil law scope, we find a lot of notary deed that taken as a means of evidence in course of session in the court. Even side the plaintiff harmed because of publishing of a notary deed not rarely also request to the Judges whom checking the case, to cancel the notary deed rose as a means of evidence in processing session in the court. The Notary deed as a authentic deed has a perfect verification strength and tight. This matter have the meaning that judge in checking case related to notary deed have to assume the notary deed content real correct as long as there are no party denying the truth of the notary deed content. If there is party denying the truth of content of notary deed that mentioned in processing session in the court and claim the cancellation to the notary deed Hence here judge have the authority to assess later then decide an annihilable notary deed or not. The judge has an authority to accept, to checking and judging each and every case which is brought to trial not aside from case that related to the cancellation of a notary deed raised as a means of evidence in course of session in the court. The problems that rising out is hit until where the judge's authority in canceling a notary deed raised as a means of evidence in course of conference inspection we will be able to see under consideration this thesis. To check the above mentioned problem of research having the character of analytical descriptive, research type applied hence research with the approach punish the normative or doctrine. Data source in this research is secondary data and to support the secondary data by an interview with five Judges of district court people. This research is using a document study and interview. Pursuant to the description and solution to problems raised in this thesis, here in after can be taken to the following conclusions: 1. Intrinsically coherent verification strength at notary deed as authentic deed own the perfect verification strength value and tight. This perfect Verification strength and tight found on notary deed represent the solidarity from some verification strength that found on its, that is strength of formal verification and material if conference proven by one of that strength own " band capped" resulting notary deed haven't assessed the perfect verification strength (volledig) and tight (bindende). Along of to attach such a strength value to a notary deed, have to be fulfilled inwrought is verification strength in formal and also materially. 2. The judge's authority in assessing and canceling notary deed rose as a means of conference evidence limited to the law and regulation going into effect, especially Undang-undang No.30 Tahun 2004 about Notary Position. This matter means that in deciding a case which its direct material request to canceling a notary deed, the Judge have to be guided by law regulation that going into effect related to the case. If the law regulation going into effect there are no arranging about the problem, hence here is the judge's authority can become broader to assess and decide whether something to canceling the notary deed or not,• with the consideration that Judge in its decision have to mirror the value of justice and benefit in society. 3. Consideration Factors that taken as base by Judge in setting mind on to cancel the notary deed raised as a means of court's evidence marginally as follows : a. Existence of mistake in course of act making which is disagrees with rules and regulations. b. Existence of law of tort done by the Notary in making a deed. c. Existence of mistake for notary deed content. d. Existence of mistake forms the notary deed. e. Existence of typing mistakes at notary deed copy.en_US
dc.description.abstractDi dalam praktek kehidupan masyarakat khususnya lingkup hukum perdata, banyak kita temukan akta notaris yang dijadikan sebagai alat bukti dalatn proses pemeriksaan perkara di persidangan. Bahkan pihak penggugat yang dirugikan oleh karena terbitnya suatu akta notaris tidak jarang pula memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut, untuk membatalkan akta notaris yang diajukan sebagai alat bukti di dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan. Akta notaris sebagai akta otentik mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat. Hal ini mempunya arti bahwa hakim dalam memeriksa perkara yang berkaitan dengan akta notaris harus menganggap isi akta notaris tersebut benar sepanjang tidak ada pihak yang menyangkal kebenaran isi akta notaris tersebut. Apabila ada pihak yang menyangkal kebenaran isi akta notaris tersebut dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan dan menuntut pembatalan terhadap akta notaries tersebut. Maka disinilah hakim mempunyai wewenang untuk menilai kemudian memutuskan suatu akta notaris dapat dibatalkan atau tidak. Hakim berwenang untuk menerima, memeriksa dan mengadili setiap perkara yang diajukan ke pengadilan tidak terkecuali perkara yang berkaitan dengan pembatalan akta notaris yang diajukan sebagai alat bukti dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan. Permasalahan yang timbul adalah mengenai sampai dimana kewenangan hakim dalam membatalkan suatu akta notaris yang diajukan sebagai alat bukti dalam proses pemeriksaan dipersidangan akan dapat kita lihat dalam pembahasan tesis ini. Untuk meneliti masalah tersebut di atas dilakukan penelitian yang bersifat deskriftif analitis, jenis penelitian yang diterapkan memakai penelitian dengan pendekatan hukum normatif atau doktriner. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dan untuk mendukung data sekunder tersebut dilakukan wawancara dengan lima orang Hakim Pengadilan Negeri. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumen dan wawancara. Berdasarkan uraian dan pembahasan terhadap permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, selanjutnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pada hakekatnya kekuatan pembuktian yang melekat pada akta notaris sebagai akta otentik memiliki nilai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat. Kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat yang terdapat pada akta notaries merupakan perpaduan dari beberapa kekuatan pembuktian yang terdapat padanya, yaitu kekuatan pembuktian formil dan materiil. Apabila dipersidangan terbukti salah satu kekuatan itu memiliki "cacat" mengakibatkan akta notaris tidak mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang sempurna (volledig) dan mengikat (bindende). Oleh karena untuk melekatkan nilai kekuatan yang seperti itu pada akta notaris, harus terpenuhi secara terpadu kekuatan pembuktian secara formil maupun secara rnateriil. 2. Kewenangan Hakim dalam menilai dan membatalkan akta notaris yang diajukan sebagai alat bukti dipersidangan terbatas pada peraturan perundang undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Hal ini berarti “bahwa dalam memutuskan suatu perkara yang materi pokoknya memohon untuk membatalkan suatu akta notaris Hakim harus berpedoman kepada Undang-Undang yang berlaku yang berkaitan dengan perkara tersebut. Apabila undang-undang yang berlaku tidak ada mengatur tentang masalah tersebut, maka disinilah wewenang Hakim dapat menjadi lebih luas untuk menilai dan memutuskan apakah sesuatu akta dapat dibatalkan atau tidak, dengan pertimbangan bahwa Hakim dalam putusannya harus mencerminkan nilai keadilan dan kemanfaatan dalam masyarakat. 3. Faktor-Faktor Pertimbangan yang diajadikan dasar oleh Hakim dalam memutuskan untuk membatalkan akta notaris yang diajukan sebagai alat bukti dipersidangan secara garis besarnya sebagai berikut : a. Adanya kesalahan dalam proses pembuatan akta yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang. b. Adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan Notaris dalam pembuatan akta, c. Adanya kesalahan atas isi akta notaris d. Adanya kesalahan bentuk akta notaris e. Adanya kesalahan ketik pada salinan akta notaris.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectkenotariatanen_US
dc.titleTinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Hakim Dalam Membatalkan Akta Notaris Sebagai Alat Bukti Dalam Proses Pemeriksaan Perkara Di Persidanganen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record