Show simple item record

dc.contributor.authorWinanto, Iman Dwi
dc.date.accessioned2015-12-18T02:31:45Z
dc.date.available2015-12-18T02:31:45Z
dc.date.issued2015-12-18
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/53714
dc.descriptionIman Dwi Winantoen_US
dc.description.abstractTantangan besar dalam tatalaksana fraktur adalah rekonstruksi fraktur dengan defek tulang yang luas, dimana tidak ada lagi komponen osteoinduksi dan osteokonduktif. Beberapa kasus fraktur akan mengalami penyembuhan tulang yang kurang baik yang akhirnya akan menyebabkan defek ataupun non-union dari fraktur tersebut walaupun perkembangan teknologi dan kemajuan dalam pembedahan orthopaedi telah meningkatkan hasil akhir dari penyembuhan tulang paska pembedahan saat ini. Di Amerika Serikat, insiden fraktur mencapai 21 per 1000 penduduk setiap tahunnya..Regenerasi tulang yang baik tidak bisa dicapai pada defek osseous yang luas tanpa aplikasi dari material osteogenik dan osteoinduktif tulang.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAmnion Liofilisasi Sterilen_US
dc.subjectScaffolden_US
dc.subjectDefek Tulangen_US
dc.titlePeranan Amnion Liofilisasi Steril Sebagai Scaffold Dalam Tatalaksana Fraktur Dengan Defek tulang: Sebuah Studi Eksperimental Pada Tikus Putih Sprague Dawley (Rattus Novergicus)en_US
dc.typeLecture Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record