Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, M. Fidel Ganis
dc.contributor.advisorAboet, Aswar
dc.contributor.authorHarahap, Erwin Edi S.
dc.date.accessioned2015-12-03T01:46:05Z
dc.date.available2015-12-03T01:46:05Z
dc.date.issued2015-12-03
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/52802
dc.descriptionERWIN EDI S. HRPen_US
dc.description.abstractTujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar estradiol serum dengan densitas tulang dan sebagai penanda terjadinya osteoporosis pada wanita menopause. Metode : Penelitian ini adalah penelitian uji diagnostik untuk menentukan korelasi kadar estradiol serum dengan densitas tulang. Penelitian ini dilakukan di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP H.Adam Malik Medan, dimulai dari Oktober 2014 sampai jumlah sampel terpenuhi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cross-sectional dengan data tidak berpasangan. Data selanjutnya ditabulasi dan dianalisis dengan komputerisasi. Hasil: Penelitian yang dilakukan didapati karakteristik umur subjek yang paling banyak untuk usia wanita menopause adalah kategori usia ≥ 50 tahun sebanyak 21 orang (67.7%). Untuk kejadian osteopenia pada wanita menopause didapati sebanyak 24 orang (77.4%). Sedangkan untuk lamanya kejadian menopause yang terbanyak dijumpai adalah sekitar 3 – 4 tahun sebanyak 21 orang (67.7%). Dari uji statistik dengan Mann Whitney didapat nilai p<0,05 (p=0,05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara kadar estradiol serum berdasarkan kelompok umur. Dari uji statistik dengan Kruskal Wallis didapat nilai p<0,05 (p=0,001) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna kadar estradiol serum berdasarkan status densitas tulang. Dari uji statistik dengan Mann Whitney didapat nilai p<0,05 (0,025) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna kadar estradiol serum berdasarkan lama menopause. Hasil uji korelasi kadar estradiol serum dengan skor BMD didapatkan nilai r = 0,639 dengan nilai p<0,05 (p=0,0001). Hal ini menunjukkan bahwa adanya korelasi positif yang sedang dan bermakna yang menunjukkan bahwa adanya korelasi positif yang signifikan dengan kekuatan korelasi baik dan memberikan makna peningkatan kadar estradiol serum diikuti dengan meningkatnya kadar densitas tulang. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang signifikan dengan kekuatan korelasi baik dan memberikan makna peningkatan kadar serum estradiol diikuti dengan meningkatnya kadar densitas tulang.en_US
dc.description.abstractObjective: To determine the relationship of serum estradiol levels and bone density as a marker for osteoporosis in postmenopausal women. Methods : This study was a diagnostic test study to determine the correlation of serum estradiol levels and bone density. This research was conducted in the Department of Obstetrics and Gynecology RSUP H Adam Malik Medan, starting from October 2014 until the number of samples were met. Sampling was done by cross-sectional with unpaired data. The data then were tabulated and analyzed by computerized. Results: This study found that the age characteristics of the subject for the most menopausal women was ≥ 50 years old of 21 women (67.7%). The incidence of osteopenia in postmenopausal women was 24 people (77.4%). The most common menopause duration was approximately 3-4 years of 21 women (67.7%). From statistical test using Mann Whitney, we obtained the p value <0.05 (p = 0.05), which indicated that there was a significant difference between serum estradiol levels by age group. From Kruskal-Wallis test, we obtained p value <0.05 (p = 0.001), which showed that there were significant differences in serum estradiol levels based on the status of bone density. From Mann Whitney test, we obtained p value <0.05 (0.025), which indicated that there were significant differences in serum estradiol levels based on menopause duration. The results of correlation test between serum estradiol levels and BMD score showed r = 0.639 with p <0.05 (p = 0.0001). It was suggested that there was meaningful moderate positive correlation and indicated that there was a significant positive correlation with a good correlation strength and gave meaning that increased levels of serum estradiol will be followed by increased levels of bone density. Conclusion: There was a significant positive correlation with a good correlation strength and gave meaning that increased serum levels of estradiol will be followed by increased levels of bone density.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.titleHubungan Kadar Estradiol Serum Dengan Densitas Tulang Pada Wanita Menopauseen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record