Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Dr. Bismar Nasution, SH., MHen_US
dc.contributor.authorKatharina Melati Siagianen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:34:58Z
dc.date.available2010-03-19T10:34:58Z
dc.date.issued2008-04-24T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherRenny Widiastutien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5246
dc.description06008922en_US
dc.description.abstractRecently, there are so many deviations on prudential principle occurring in national banking. The principle has been, in fact as the requirement in Banking Rules. In performing its business, bank should be based on attentive principle. This principle is so important particularly in the distribution of credit since the fund is not derived merely from the bank, but it is from society. Here, it is necessary to have attentiveness principle through accurate and deep analysis, precise distribution, good supervision and observation, legal agreement and fulfilling law requirements, strong binding guarantee, and complete credit documentation. All are intended to make good distribution of credit and it is on time and in accordance with credit agreement. Whenever, the credit which has been distributed in plenty amount to the society and it is not paid on time to the bank, then, the quality of credit may be classified into non performing loan (NPL) which is leading into stagnated credit. Stagnated credit is directly reducing the credibility of bank in public and in international. In addition, the reduced of bank reputation will add the reputation risk on the bank. Consequently, there is the anxiousness of bank in financing to real sector. Also, the society will be anxious in having connection with bank. By applying the attentiveness principle, it does not, in fact guarantee for 100% of occurring the stagnated credit, but it is at least to minimize the occurrence of stagnated credit.en_US
dc.description.abstractAkhir-akhir ini banyak sekali kasus pelanggaran prinsip kehati-hatian terjadi dalam perbankan nasional. Padahal prinsip ini sudah disyaratkan dalam peraturan perbankan dimana bank dalam menjalankan usahanya harus berdasarkan prinsip kehati-hatian. Prinsip ini sangat diperlukan terutama dalam hal penyaluran kredit karena sumber dana kredit yang disalurkan adalah bukan dari bank itu sendiri tetapi dana yang berasal dari masyarakat sehingga perlu penerapan prinsip kehati-hatian melalui analisa yang akurat dan mendalam, penyaluran yang tepat, pengawasan dan pemantauan yang baik, perjanjian yang sah dan memenuhi syarat hukum, pengikatan jaminan yang kuat dan dokumentasi perkreditan yang teratur dan lengkap. Semuanya itu bertujuan agar kredit yang disalurkan tersebut dapat kembali tepat pada waktunya sesuai dengan peljanjian kredit. Apabila kredit yang telah disalurkan kepada masyarakat dalam jumlah besar tidak dibayar kembali kepada bank tepat pada waktunya, maka kualitas kredit dapat digolongkan menjadi Non Performing Loan (NFL) yang berujung pada kredit macet, Kalau sudah terjadi kredit macet secara langsung telah menurunkan citra dan kredibilitas bank di mata publik dan perbankan internasional. Selain itu anjloknya citra bank telah meningkatkan tingkat resiko reputasi pada bank tersebut. Akhirnya adalah muncul kekhawatiran masyarakat untuk berhubungan dengan bank. Dengan diterapkannya prinsip kehati-hatian, memang tidak menjamin 100% tidak akan timbul kredit macet, tapi setidaknya bisa meminimalisir terjadinya kredit macet.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectilmu hukumen_US
dc.titlePenerapan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pemberian Kredit (Studi Pada PT. Bank Negara Indonesia (PERSERO)Tbk)en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record