Show simple item record

dc.contributor.advisorAriyani
dc.contributor.authorYoges A
dc.date.accessioned2015-11-05T01:32:22Z
dc.date.available2015-11-05T01:32:22Z
dc.date.issued2015-11-05
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/51880
dc.description110600179en_US
dc.description.abstractPenggunaan nilon sebagai bahan basis gigitiruan telah dibahas pada literatur pada tahun 1950. Nilon tidak menggunakan cangkolan logam, bersifat ringan, memiliki estetik yang baik, bebas monomer dan bersifat hipoalergenik sehingga dapat menjadi alternatif bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional, nikel atau kobalt kromium. Walaupun bahan basis gigitiruan nilon termoplastik memiliki kelebihan, namun bahan tersebut masih memiliki kekurangan seperti tingkat penyerapan air yang tinggi menyebabkan molekul air berdifusi ke dalam rantai poliamida dan memutuskan rantai panjang poliamida serta ikatan antar molekul sehingga mengakibatkan kekuatan mekanis menurun. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyerapan air adalah dengan penambahan serat kaca pada bahan basis gigitiruan. Penyatuan serat kaca ke dalam matriks poliamida membutuhkan bahan adhesif silane coupling agent. Dengan penambahan silane, serat kaca dapat mengisi rongga kosong pada matriks sehingga mengurangi penyerapan air dan menghindari terjadinya penurunan kekuatan transversal serta modulus elastisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaca terhadap penyerapan air, kekuatan transversal dan modulus elastisitas bahan basis gigitiruan nilon termoplastik. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah nilon termoplastik berukuran (15 ± 1) mm x (0,5 + 0,1) mm untuk sampel penyerapan air dan 64 mm x (10 ± 0,2) mm x (3,3 ± 0,2) mm untuk sampel kekuatan transversal dan modulus elastisitas. Jumlah sampel sebanyak 81 sampel untuk sembilan kelompok, terdiri dari tiga kelompok sampel untuk diuji penyerapan air, tiga kelompok sampel untuk uji kekuatan transvesal dan tiga kelompok sampel untuk uji modulus elastisitas. Sampel tersebut dilakukan pengujian penyerapan air, kekuatan transversal dan modulus elastisitas, kemudian dianalisis dengan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaca terhadap penyerapan air, kekuatan transversal dan modulus elastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan serat kaca terhadap penyerapan air bahan basis gigitiruan nilon termoplastik dengan nilai p = 0,0001 (p < 0,05), terhadap kekuatan transversal dengan nilai p = 0,0001 (p < 0,05) dan terhadap modulus elastisitas dengan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Pada penelitian ini terlihat bahwa penambahan serat kaca 1% dan 1,5% pada bahan basis gigitiruan nilon termoplastik akan mengurangi nilai penyerapan air serta meningkatkan kekuatan transversal dan modulus elastisitas, namun ditemukan tidak ada perbedaan modulus elastisitas antara kelompok tanpa penambahan serat kaca dengan kelompok penambahan serat kaca 1%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBasis Gigitiruanen_US
dc.subjectNilon Termoplastiken_US
dc.subjectSerat Kacaen_US
dc.subjectPenyerapan Airen_US
dc.subjectKekuatan Transversalen_US
dc.subjectModulus Elastisitasen_US
dc.titlePengaruh Penambahan Serat Kaca Terhadap Penyerapan Air Dan Kekuatan Transversal Serta Modulus Elastisitas Bahan Basis Gigitiruan Nilon Termoplastiken_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record