Show simple item record

dc.contributor.advisorNaria, Evi
dc.contributor.advisorNurmaini
dc.contributor.authorPutri, Widya Eka
dc.date.accessioned2015-10-26T08:08:47Z
dc.date.available2015-10-26T08:08:47Z
dc.date.issued2015-10-26
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/51491
dc.description111000179en_US
dc.description.abstractPencemaran udara di Indonesia sebesar 70% disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor yang menyumbangkan hampir 98% timbal ke udara. Timbal (Pb) adalah logam berat beracun dan berbahaya yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem di dalam tubuh. Lingkungan yang dapat tercemari dapat berupa udara, air, tanah, makanan dan lain-lain. Sayuran merupakan contoh makanan yang dapat tercemar oleh timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada sayuran selada dan kol yang dijual di Pasar Kampung Lalang Medan berdasarkan jarak lokasi berdagang dari jalan raya. Metode penelitian yaitu survei yang bersifat deskriptif. Pemeriksaan dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal tertinggi pada sayuran selada terdapat pada selada yang dijual di lokasi berdagang 0 meter dari jalan raya sebelum dicuci yaitu sebesar 1,43 mg/kg, setelah selada dicuci kadar timbalnya berkurang menjadi 1,07 mg/kg, dan selada yang ditutup kadar timbalnya sebesar 0,69 mg/kg. Kadar timbal tertinggi pada sayuran kol terdapat pada kol yang dijual di lokasi berdagang 0 meter dari jalan raya sebelum dicuci yaitu sebesar 0,57 mg/kg, setelah kol dicuci kadar timbalnya berkurang menjadi 0,39 mg/kg, dan kol yang ditutup kadar timbalnya sebesar 0,29 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin dekat jarak lokasi berdagang dengan jalan raya maka semakin tinggi kadar timbal yang terdapat pada sayuran. Kadar logam timbal (Pb) yang diperiksa masih berada di bawah persyaratan Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh SK Dirjen POM No: 03725/B/SK/VII/89 tentang batas maksimum cemaran logam dalam makanan yaitu 2 mg/kg. Disarankan kepada pedagang agar lebih memperhatikan kebersihan sayuran selada dan kol, misalnya memberikan penutup pada dagangannya agar tidak terkontaminasi oleh polutan. Kepada para konsumen disarankan untuk mencuci terlebih dahulu sayuran sebelum dikonsumsi menggunakan air yang mengalir.en_US
dc.description.abstractAir pollution in Indonesia 70% has caused by motor vehicle emissions that contribute almost 98% of lead into the air. Lead (Pb) is a toxic and dangerous heavy metals that can be toxic to the environment and have an impact on the entire system in the body. Which can be contaminated environment can be air, water, soil, food and others. Vegetables are the example of food that can be contaminated by lead. The objective of this study was to determine the content of lead (Pb) in lettuce and cabbage that sold in Kampung Lalang market Medan based on the distance of trade locations from the highway. The research method is descriptive survey. The examination using Atomic Absorption Spectrophotometer. The study found that the highest lead levels found in lettuce that sold at trade location 0 meter from the highway before washing in the amount of 1.43 mg/kg, once washed lettuce levels of lead decreased to 1.07 mg/kg, and lettuce which closed the levels of lead of 0.69 mg/kg. The highest lead levels in cabbage that sold at trade location 0 meter from the highway before washing in the amount of 0.57 mg/kg, once washed cabbage levels of lead decreased to 0.39 mg/kg, and cabbage which closed the levels of lead 0.29 mg/kg. The conclusion of this study was the closer the location of trade to the highway, the higher the lead levels found in vegetables. Metal content of lead (Pb) that is checked is still below the threshold limit value requirements established by the Director General of POM Decree No: 03725/B/SK/VII/89 on the maximum limit metal contamination in food that is 2 mg/kg. Traders are advised to pay more attention to the cleanliness of vegetables lettuce and cabbage, for example, provide cover on the vegetables being contaminated by pollutants. To consumers are suggested to wash vegetables before consumed using flowing water.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectLeaden_US
dc.subjectHeavy Metalen_US
dc.subjectVegetableen_US
dc.subjectLettuceen_US
dc.subjectCabbageen_US
dc.titleAnalisis Kadar Timbal (Pb) Pada Sayuran Selada dan Kol yang Dijual di Pasar Kampung Lalang Medan Berdasarkan Jarak Lokasi Berdagang dengan Jalan Raya Tahun 2015en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record